Kultivasi Awan Surga
Kemarahan melintas di wajah kerumunan.
"Mungkin kamu yang harus tinggal di sini," balas seorang murid lain yang sedang berlatih, wajahnya memerah karena amarah. "Kami, sebagai murid yang berlatih, sudah memiliki hak istimewa yang minim. Sekarang, harus menjalani kondisi hidup yang begitu keras—itu adalah kekejaman murni. Kami tidak akan menerimanya. Mengapa kami harus?"
Senyum sinis di wajah Murid Ma semakin lebar. Dia mengulurkan tangan, mencengkeram leher murid sparring yang memberontak, dan mengangkatnya dengan mudah.
Bab Populer