Ada sesuatu yang menarik ketika mencoba memahami bagaimana wanita membedakan antara 'pria sejati' dan 'playboy'. Dari pengamatan di berbagai forum dan obrolan sehari-hari, sepertinya ketulusan menjadi kunci utama. Pria sejati biasanya konsisten dalam tindakan dan perkataan—dia tidak berubah seperti bunglon tergantung situasi. Misalnya, temanku pernah bercerita tentang pacarnya yang selalu mengingat detail kecil seperti alergi makanan atau jadwal tidurnya, tanpa perlu diminta. Itu berbeda dengan playboy yang seringkali terlalu perfeksionis di awal, tapi kemudian memudar seperti efek kembang api.
Playboy juga cenderung punya pola komunikasi yang terlalu terstruktur. Mereka sering menggunakan pujian berlebihan atau puitis, tapi jarang menyentuh hal-hal personal yang dalam. Sementara pria sejati lebih natural, bisa tertawa ngobrol tentang hal receh sekalipun tanpa merasa perlu 'tampil sempurna'. Yang lucu, banyak wanita bilang playboy itu seperti menu degustasi—dicicipi semua tapi tidak pernah benar-benar kenyang.