Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Iblis Yang Mencintaiku

Iblis Yang Mencintaiku

Permata besar berada di bagian tengah, dikelilingi enam berlian putih berbentuk daun. "Safir biru dengan enam berlian putih. Sesuai permintaanmu." Yuuscar mengembuskan napas panjang. Sepasang netra gelap miliknya memperhatikan mahakarya yang susah payah dia cari dan buat selama beberapa bulan belakangan ini, sebelum akhirnya bola mata itu bergulir memandang Anthony di seberangnya. "Aku dan Selkie pergi ke berbagai negara, bahkan menambang sendiri permata ini seperti tikus tanah. Kau tahu betapa melelahkannya itu?"
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Aku Mati di Pernikahanku

Aku Mati di Pernikahanku

"Tempat apa ini?! Di mana Eryx?! Apa yang kamu lakukan pada saku dimensi kami?!" Lucien terkekeh rendah, suara tawa yang sangat familier dan selalu mengantarkan Braelyn pada kematian di tiga simulasi terdahulu. Ia mengangkat tangan kanannya, memainkan untaian kalung mutiara berliontin safir hitam milik Eleanor Wilson yang terus memancarkan pendaran radiasi elektromagnetik ungu redup.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Bright Pearl

Bright Pearl

Wang Mo Ryu tetap tidak ingin berprasangka buruk terhadap Raja Zhian, meski benar sekarang ia sedang diintrograsi. "Tentu saja di tempat yang tidak akan ada seorang pun mampu menjamahnya," jelas Wang Mo Ryu tenang. Mutiara hitam berpendar di pikiran Wang Mo Ryu. Mutiara itu adalah bentuk kekuatan Black Finger, disimpan di dalam kotak kristal dan diletakkan di sebuah kebun bunga misterius yang hanya bisa dimasuki oleh Wang Mo Ryu. "Kenapa kita tidak berpikir bahwa kejadian ini hanya dilakukan oleh orang iseng yang ingin menunjukkan seberapa kuat dan menakutkannya dia. Tentu saja, aku akan ikut menyelidikinya," tawar Wang Mo Ryu.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

“Siap paduka, kami tidak akan membongkar identitas kita apapun yang terjadi” “Bawalah mutiara ini untuk mempermudah tugas kalian. Mutiara ini akan menghitam jika kalian akan menghadapi bahaya, segera menghindarlah jika mutiara mulai menghitam dan mutiara akan kembali berwarna putih setelah kalian aman”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Sempurna

Istri yang Tak Sempurna

Aida tak berani bicara dia hanya menunduk saja dengan perasaan yang jadi serba salah. "Berlian colorless, harga gak kurang dari empat setengah miliar, very rare, only several available." Aida bahkan tak pernah berpikir ada benda semahal itu di jari manisnya. "Kenapa diam?" Reiko menunggu respon Aida.
967.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai berlian di senter
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ri Chi Rich
hai akak semua. terima kasih sudah baca ceritaku. kisah ini adalah kelanjutan dari novelku sebelumnya: Cinta Untuk Nada - Pelakor - Wanita Kedua - Matre - Gimmick -2nd chance in lyon - Dimulai dengan ikatan perjanjian. Dan Istri yang tak sempurna adalah penyempurna novel sebelumnya.
Rika
ceritanya seru dan penasaran..nice.... kadang agak bosen jika alur pikiran tokoh panjang kali dijabarkan. tapi, penulisnya keren dan banyak ilmu interior dll yg dikembangkan.. pasti pintar dan cerdas ni kyk aida si penulis ya... loveee
Baca Semua Ulasan
Belaian Hangat Om Bastian

Belaian Hangat Om Bastian

“Anda kenapa malah mengancam saya?” tanya Helena dengan nada tegas meski tangannya gemetaran memegang ponsel. “Anda yang tidak becus mengurus Naira kenapa malah galak ke saya?” Sebenarnya dia berusaha mengendalikan rasa cemas yang semakin membesar di dalam dirinya. Helena juga bisa merasakan betapa putus asanya Bastian untuk menemukan Naira. "Helena, aku nggak akan mengulangi pertanyaanku," kata Bastian dengan nada dingin. "Di mana Naira? Aku tau kamu ngerti di mana dia."
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Menggoda Sang Paman

Menggoda Sang Paman

Berlian tersenyum kecil, berusaha menutupi pikirannya. "Jangan bilang lo lagi mikirin cewek?" Zen menyipitkan mata, masih menatap curiga. "Nggak usah sok tahu." Berlian mendengus kecil. Zen terkekeh, tapi sebelum sempat menggodanya lebih lanjut, seorang anggota DEMA lain sudah memanggil mereka untuk kembali fokus. Berlian menghela napas, mengatur pikirannya kembali. Ia menyandarkan punggung ke kursi dan berkata, "Maaf, kita lanjutkan rapatnya."
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek

Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek

Melainkan ingin cepat kembali ke rumah keluarga Bapak Aziz. “Lihat ke sini, Sabella.” Ben berkata, akhirnya habis juga masa tunggu Sabella. Saat berbalik dengan sedikit penasaran, Ben sudah menunggu dengan kotak perhiasan terbuka. Sebuah cincin bermata berlian putih langsung berkilauan menyambut pandangan Sabella. Indah. “Mas, tadi kubilang gak usah. Ini mahal …,” ucap Sabella terkejut sekaligus merasa segan.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Perfect CEO

Perfect CEO

Tetapi langkahnya terhenti saat Bian mencekal lengan Bintang membuat gadis itu mau tidak mau terdiam di tempatnya. "Pak Ken, kita lanjutkan setelah makan siang," ucap Bian. Kenan menganggukkan kepalanya, pun dengan yang lain yang memilih segera pergi. Saat yang lain sudah pergi, Kenan pun mendekati Bian. "Pak, di mana Bu Berlian?" tanya Kenan. "Bu Berlian ada urusan di luar kota," jawab Bian seadanya. Kenan mengangguk-anggukkan kepalanya dan bergegas untuk pergi.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 666 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua Seorang Ibu

Kesempatan Kedua Seorang Ibu

ujarnya. Sari memicingkan matanya, melihat keindahan yang terpancar dari berlian pelangi itu. "Ren, cepat tawar lagi. Sepertinya itu berlian benar benar langka, jangan sampai Wulan memenangkannya," ujar Sari menggoyangkan goyangkan tangan Reni. Reni mengangguk ia kembali mengangkat tangannya, "Tujuh ratus lima puluh juta," ujarnya.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai berlian di senter
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status