Nafkah Yang Salah
"Akhirnya, kamu sama Arfan menikah hari ini. Terima kasih karena sudah menerima anak Ibu, ya, Nak. Ibu yakin kalau kamu adalah wanita yang tepat untuk Arfan. Kelak, saat kalian menjalani pernikahan, mungkin awalnya tidak akan enak. Tapi, Ibu minta bertahanlah ... jangan sampai ada kata pisah di antara kalian."
Maria mengangguk. Ia paham, paham sekali. Bayangan pernikahan bahagia hanyalah keinginannya saja. Bagaimana ia dan Arfan bisa bahagia jika pernikahan yang mereka bangun bukan karena cinta? Melainkan simbiosis mutualisme.