Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
SEBATAS TEMPAT SINGGAH

SEBATAS TEMPAT SINGGAH

Dan sengaja Shania memarkir mobilnya di parkiran yang ada di halaman. Langit tampak cerah pagi itu. Tidak ada awan yang berarak sehingga warna biru mendominasi. Shania turun dari mobil dan menghirup udara dengan rakus. Udara pagi terasa begitu sejuk. Apalagi swalayan masih sepi dan belum ada hiruk-pikuk pengunjung yang berbelanja. Halaman parkir bahkan hanya terisi mobil Shania.
1024.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 747 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
MARNI

MARNI

Angga sedikit menahan nafas, tapi baunya makin aneh, berbau b u s u k. Angga melihat sisi spion dengan tak sengaja menatap pantulan dari belakang. Mendadak yang duduk di belakang bertambah satu. Seorang wanita menghimpit Marni, dengan wajah pucat seperti m a y a t. "Astagfirullahaldziim," pekik Angga sambil memejam mata. Dia mengerem mobil membuat tubuh Ningsih dan Marni sedikit terhuyung.
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
MARCO-POLO

MARCO-POLO

Marco memerintahkan Zeni menggunakan skateboard miliknya untuk memeriksa keadaan di depan. Zeni melaju lebih dulu. Ia melihat sebuah bangunan bertingkat dengan tulisan 'Hotel' terpasang pada billboard di persimpangan jalan raya menuju ke kota kecil tersebut. Orang-orang itu tersambung dengan radio agar komunikasi tak terputus. "Marco. Sejauh ini aman. Aku tak melihat pergerakan monster. Tak ada manusia yang terpindai dari teropong panasku," ucap Zeni mengabarkan dari tempatnya berada.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 439 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder

Menjadi Istri Jaminan Tuan Miliarder

Mark memukul ringan sisi mobil untuk melampiaskan kekesalannya. Di saat kepalanya menunduk ke bawah, ia melihat ada goresan pada tanah yang basah akibat gesekan roda kendaraan. Terlihat sangat berliku saat cahaya rembulan berhasil memantulkan sinarnya melewati ranting pepohonan. Dahi Mark mengernyit curiga. Ia memperhatikan dengan seksama dengan kejanggalan yang baru saja ditemuinya. “Ada yang tidak beres ini, tapi apa?”
3.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
DICERAI KARENA STRETCH MARK

DICERAI KARENA STRETCH MARK

Dia memoles wajah mulusnya dengan riasan natural, kemudian merias kelopak matanya dengan eyeshadow berwarna coklat muda, lalu mempertegas bagian ujung mata dengan warna coklat yang lebih gelap, lantas membubuhkan sedikit glitter di bagian tengah kelopak. Matanya yang sayu semakin cantik dengan tambahan eyeliner dan bulu mata natural, softlens berwarna deep grey dan lipstik yang di ombre dengan warna dasar peach lalu ditimpa warna merah darah membuatnya terlihat seperti gadis delapan belas tahun.
11.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 418 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Segitiga Penguasa - Sudut Pertama

Marca tak seharusnya berada di sana. Di tengah arena, butiran keringat menghiasi kening kedua peserta. Semakin lama pertandingan berlangsung, tenaga keduanya semakin terkikis habis. Dengan napas tersengal, Marca dan peserta bernomor tujuh puluh tujuh menghentikan sejenak segala serangan. Menarik napas dalam-dalam. Tak berlama-lama menghirup udara, peserta bernomor tujuh puluh tujuh kembali mengirimkan serangan. Tinjunya memelesat cepat memburu tubuh Marca.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan Sang Raja

Istri Dadakan Sang Raja

Ia memberi isyarat kecil. Mark, pengawal bertubuh besar itu, tiba-tiba muncul di samping kami membawa sebuah nampan berlapis kain beludru. Di atasnya ada kotak kecil berwarna hitam. Mark membuka kotak itu, menyingkap sebuah ponsel berwarna perak yang tampak lebih mahal daripada gabungan isi tabunganku selama ini.
393 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
Sistem Penakluk Heroine

Sistem Penakluk Heroine

Setiap denyut membuat udara di sekitarku terasa dingin, mencekam, seolah bayangan iblis berbisik di telingaku. “Tanda.... apa ini?” aku bergumam dengan suara serak. Seolah menjawab, layar sistem berkedip. [ Skill Pasif “Blood Mark” — Aktif ] [ Efek: Memperkuat tubuh & insting bertahan hidup ketika dalam bahaya. Namun, penggunaan berlebih dapat mempercepat ketidakstabilan garis darah iblis. ] Mataku melebar. “Ketidakstabilan…?”
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
Peta Yang Tak Pernah Ada

Peta Yang Tak Pernah Ada

“Tandai ini sebagai titik awal, di desa tempat kita menemukan peti.” Alat itu mengeluarkan bunyi bip lembut, lalu titik tersebut menyala lebih terang. “Sudah,” kata Nate. Julian lalu menunjuk beberapa titik lain yang tersebar di peta. “Aku juga ingin menandai jalur yang kemungkinan besar kita lewati, agar tidak tersesat.” “Kita buat warna berbeda untuk tiap jenis tanda,” kata Nate sambil mengetik pada panel holografis. “Merah untuk bahaya, hijau untuk tempat aman, kuning untuk lokasi yang perlu investigasi lebih lanjut.”
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
Castle

Castle

Kastil dengan ciri khas Sherarrd. Aku meneggakkan wajahku menatap langit. Warna oranye, merah, dan ungu memenuhi langit sore, menciptakan lapisan-lapisan yang indah. Awalnya, langit terbakar oleh cahaya jingga dan oranye yang memancar dari matahari terbenam. Kemudian, warna merah dan ungu muncul, menciptakan sentuhan dramatis yang melengkapi keindahan langit sore.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai markings
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status