KAMAR KEDUA
lanjut Teguh, “kamu itu kayak terpaksa menjalani hubungan kamu sekarang.”
Kalimat itu membuat Sheza mengangkat wajah.
“Saya lihat sesuatu,” kata Teguh hati-hati, “yang beda. Di cara dia melihat kamu.”
Sheza mengerutkan kening. “Maksud Bapak? Yang beda di mata siapa? Pacar saya?”
“Sedikit posesif,” jawab Teguh, akhirnya mengucapkan kata itu.
Dan justru di situlah Sheza benar-benar mendengarkan. “Posesif?” ulangnya pelan. Kata itu terasa asing, tapi juga … menggelitik.