Istri Ke-4 Tuan Tanah
Sumi menarik salah satu sudut bibirnya, “Aku hanya tak ingin kakang Prapto bersedih lagi.”
Ratih mengangguk, “Apa pun itu, aku tetap berterima kasih ke Mbak Sumi.”
Sumi baru menghentikan sulamannya, “Apa menurutmu aku sudah menerimamu?” Ratih yang diam, Sumi terkekeh, “Kepergian Iis dan Fitri adalah berkah yang luar biasa, aku memperingatkanmu karena aku juga menunggu anak itu, setelah dia lahir, kapan kamu ke luar juga dari rumah ini? Apa kamu tidak sadar juga? Tidak ada satu wanita pun mau berbagi suami dengan wanita lain, jangan munafik, Ratih.” Sumi menyeringai, dia tak akan memberikan tempat untuk siapa pun juga.