Gaun Pengantin Untuk Maduku
Dwiratna4005ding dong bukalah pintupegangan pintu rumahingin ku teriakbunyi pintu terbuka
Semprotan lahar panas dari bibir Mbak Vina hampir merusak gendang telingaku.
"Iya, iya, maaf! Ada apa, sih, nelponin aku terus? Kangen, yak!" ujarku bercanda untuk meredam emosinya. Janda muda satu itu kalau sudah emosi takkan mudah menyurut.
"Ada apa kamu bilang, Al? Pasti pesanku nggak kamu baca, kan!" Serta merta aku menutup mulut saat mendengar makiannya.
Hot Chapters