Kesayangan Tuan Elian
"Aku belum paham, Pa, apa itu cinta. Tapi kalau dekat dia, rasanya aman banget. Nyaman. Rasanya seolah-olah aku sudah kenal dia lama sekali. Kalau sayang sih, sudah pasti ya, Pa. Masa aku nggak sayang sama orang yang rela lari-larian cuma buat beliin aku obat saat aku pusing di kelas?"
Lana tertawa kecil, namun matanya memancarkan ketulusan yang murni. "Gimana ya, Pa... ngelihat dia kecapean habis olahraga di lapangan saja rasanya kasihan banget. Ingin aku bawain minum, ingin aku lap keringatnya. Berlebihan nggak sih, Pa? Apa ini yang namanya cinta?"
Elian memejamkan mata erat-hal yang Lana anggap sebagai kenyamanan cinta, sebenarnya adalah ikatan darah yang memanggil dari alam bawah sadar