OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua
Apartemen itu adalah sebuah simfoni kemewahan: lantai marmer Italia, jendela setinggi langit-langit yang menghadap langsung ke arah pelabuhan, dan furnitur minimalis yang elegan.
"Mulai sekarang, ini adalah rumah kita," bisik Alex, suaranya berat dan posesif. "Tempat rahasia di mana tidak ada keluarga Wilson, tidak ada Partai Biru, dan tidak ada masa lalu. Hanya kita."
Elsa menghambur ke pelukan Alex, air mata bahagia menggenang di matanya. "Terima kasih, Alex. Aku merasa... aku merasa memiliki dunia saat bersamamu."