Dibuang Anak Dinikahi Pengusaha Jalan Tol
Bu Atika memberikan tas kain berwarna hitam padaku.
“Apa ini?” Tanyaku sambil menerima.
Bu Atika tersenyum.
“Itu, make up punya saya. Masih bagus, saya nggak pakai lagi,” katanya.
Aku melihat isi tas. Ada bedak, tabur dan padat. Lipstik banyak. Krim- krim, pensil alis, dan sebagainya. Semuanya dari merk ternama.
“Saya punya banyak, Bu. Hobi belanja tapi, nggak dipakai alias lupa, hahaha.” Bu Atika tertawa. Aku ikut tersenyum lebar. Horang kaya, buang-buang duit, bebas.
Hot Chapters