Renjana
aku menertawai diri sendiri yang kadang-kadang agak gilaa juga, sambil mendorong kepala Ida, yang punya kepala malah nyengir.
Ini nih, kerjaan kami kalau bosan mengikuti sesi, Ida masih mending, karena setidaknya dia masih memiliki sedikit hiburan, dia nggak bosan-bosan lihat si Ardito yang kayak pangeran buatnya itu, Irine sih kadang bikin aku ngeri, gimana enggak, wong waktu kami baru enak-enak jalan sambil ngemil tiba-tiba dia bilang,
“Sshhtt pelan-pelan, jalannya agak nunduk,” sambil nunduk-nunduk hormat.
Bab Populer