Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Permaisuri Gila! Kaisar Tak Bisa Melepaskanmu

Dia sedang duduk santai di tendanya, memakan paha ayam. "GG (Good Game), Admin," kata Ares, suaranya berat dan penuh percaya diri. "Ventilasi api? Kreatif. Aku tidak menyangka kau bisa menggunakan aset lingkungan." "Apa maumu, Ares?" tanyaku, menatap kamera. "Mauku? Aku mau dunia ini," jawabnya santai. "Dan kau duduk di atas kursi Listrik-ku. Tapi aku orang yang sportif. Aku beri kau tawaran."
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 905 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Jerat Sang Model

Jerat Sang Model

jawab Arga lemah. Setelah duduk di bangku panjang sisi taman, Ressi menyodorkan air mineral yang sudah dibuka untuk agar Arga mudah untuk meminumnya. Lalu dia juga menyodorkan satu butir obat yang membuat Arga merenung sedikit lebih lama sebelum tersenyum sambil menerima obat tersebut dan menelannya kembali dengan perasaan haru. "Tidak kusangka kamu masih ingat Re," komentarnya setelah merasa lebih baik karena obat tadi.
106.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Suami Idiotku Ternyata ....

Suami Idiotku Ternyata ....

sahut Arsen seraya melipat kedua tangannya di dada. Sambil menunggu Yanto selesai memasak, Arsen merebahkan kepalanya dipangkuanku. Ia mulai berselancar di dunia maya guna mencari inspirasi untuk konsep restoran nya nanti. "Bagaimana menurutmu, Ze? Apa ada salah satunya yang kamu suka?" tanya Arsen seraya menunjukkan beberapa gambar beserta deskripsi nya. "Menurutku semuanya juga bagus. Aku terserah kamu aja deh! Bingung soalnya," sahutku.
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 292 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

ASISTEN KESAYANGAN TUAN ARLAN

potong Arlan cepat, membuat gerakan Keyla terhenti seketika. Keyla kembali duduk dengan bingung. Dia menatap Arlan yang kini sedang mengamati sebuah bolpoin mewah di tangannya. "Saya butuh asisten yang tidak mudah terintimidasi oleh lingkungan ini. Dan kamu... kamu punya keberanian yang bodoh, tapi menarik," ucap Arlan tanpa ekspresi. Keyla terdiam. Keberanian bodoh? Apakah itu sebuah pujian atau justru hinaan baru?
859 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris Arogan

Sang Pewaris Arogan

Tangannya bermain dengan jam tangan mewah di pergelangan, sesuatu yang selalu ia lakukan ketika sedang merencanakan sesuatu. Di hadapannya, beberapa artikel tentang pesta semalam terpampang di layar besar. Mayoritas media memuji: “Pesona Pewaris Muda Pradana Group” “Alvaro, Simbol Karisma Generasi Baru” “Keanggunan dan Kecerdasan Sang Pewaris.” Namun, satu artikel berbeda. Bukan dari media besar, melainkan blog pribadi. Tulisan itu jujur, menusuk, bahkan sedikit kejam.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Pesona Panas Asisten Dingin

Pesona Panas Asisten Dingin

Seminggu kemudian Abizar membaca informasi tentang Juan Artha di layar komputernya. Dia terlihat sangat fokus dan serius, matanya tidak berkedip saat membaca. "Juan Artha, pewaris Artha Group," gumam Abizar. "Bergerak di bidang minuman dan tekstil. Mempunyai banyak cabang di seluruh dunia." Abizar terus membaca, mencari informasi lebih lanjut tentang Juan Artha. Dia ingin tahu lebih banyak tentang pria yang akan menikahi Celine.
10931 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Terjebak Dalam Pesona

Terjebak Dalam Pesona

Di bawah foto itu tertulis sebuah pesan: “Kami tahu di mana kamu berada. Jangan berpikir untuk melawan.” Lia menggigil. Tangannya gemetar saat ia membaca pesan itu. “Kita harus bertindak sekarang,” kata Darma dengan suara keras. “Ini sudah keterlaluan. Mereka jelas ingin menakutimu.” --- Pagi harinya, Lia, Darma, dan Rani bertemu dengan seorang petugas polisi senior bernama Pak Arman. Pak Arman mendengarkan cerita mereka dengan serius.
10862 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Antara Benci dan Cinta

Antara Benci dan Cinta

Dia butuh sebuah batu loncatan agar bisa kembali populer. Orang yang cocok untuk dijadikan batu loncatan adalah Bryan. Ketika Bryan sudah sampai di rumah Becca, Becca mengenakan pakaian yang menurutnya bagus. "Bryan, kamu sudah datang." Bryan terlihat tidak peduli, dia justru meminta ponsel Becca. Bryan membaca riwayat chat antara aku dan Becca. Setelah membaca isi chat, Bryan merasa sangat marah hingga tubuhnya gemetar.
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Dosen Arogan itu Milikku!

Dosen Arogan itu Milikku!

Arsen akhirnya mengalihkan pandangannya, lalu kembali menulis di papan, seolah memilih mengabaikan keributan kecil itu meski aura kesalnya masih terasa di seluruh ruangan. Begitu suasana sedikit mereda, Nisa mendekat lagi. Kali ini suaranya jauh lebih pelan, nyaris tak terdengar. “Jangan gila, Ra, itu dosen! Bukan kakak tingkat, bukan gebetan kampus biasa!” Arsen merupakan dosen baru di kampus yang kabarnya lulusan luar negeri. Pintar, perfeksionis dan sangat arogan. Yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa.
624 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Hmm, si cantik ngambek lagi. [Aku serius.] [Mas sedikit lagi pulang kerja. Mas lagi beresin proyek. Proyek ini nanti hasilnya untuk kamu, Sayang.] Ya Allah, sungguh jijik, ingin muntah aku membaca pesan demi pesan buaya satu ini. Hanya seorang ART, tapi sebegitu terbuainya ia. [Ya, tapi aku sudah terlanjut kabur, aku nggak tau mau tinggal dimana.]
9.379.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status