Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dilema Arini

Dilema Arini

kata Arini. “Bu, Arsy minumnya apa ASI atau susu formula?” tanya Dina. “Aku kasih ASI dan aku tambah susu Formula,” jawab Arini. “Oh, pantas Arsy sehat! Biasanya kalau dikasih ASI anaknya sehat, Bu!” kata Dina. “Iya, aku juga diberi tahu ibuku seperti itu,” kata Arini. “Bu, biar aku ajak Arsy keluar sebentar ya! Aku mau ajak Arsy membeli mainan,” pinta Dina.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Posesif My Husband

Posesif My Husband

Mungkin kamu harus melihat ini, agar kamu semakin tahu bagaimana bajingan itu yang sebenarnya," ujar Arsan menggeser kakinya dan membuat kursi itu mengayun mendekati meja. Arsan mengelik sesuatu di papan pengetik dan muncullah gambar dalam layar tersebut. '' Lihatlah dan dengarkan,"Arsan kembali merebahkan kepalanya dengan nyaman di sandaran kursi besar itu. "Oh, itu? Itu Arthur?" tanya Marren menatap Arsan dengan terkejut lalu kembali menatap layar yang menampilkan Arthur di lorong ruangan di bawah tangga bersama seorang wanita, keduanya sedang asyik bercumbu rayu.
5.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Karena Bau Terasi

Karena Bau Terasi

"Maafmu nggak akan ada gunanya bagi saya. Memaafkan atau tidak, tak penting! Saya akan simpan video ini sebagai bahan untuk membuatmu membantu saya." "Kurang ajar!" Setelah kalimat umpatan itu, Raisa tak membalas lagi. Nomornya juga tak aktif, membuat Desy merasa kesal. "Apa tidak bisa berlaku baik sedikit saja? Baru tahu ada artis kelakuan bar-bar seperti itu," batin Desy. Desy memasukkan ponselnya ke dalam saku dan ia menggosokkan telapak tangannya yang terasa dingin. Deringan ponsel membuatnya kaget karena saking seriusnya menatap ruangan yang sangat sepi itu.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
MATI RASA

MATI RASA

Pinta abi Ilyas pada anaknya. Aulya pun melaksanakan apa yang di pinta abinya, dia membuka cadar dan memperlihatkan wajah cantiknya pada Farhan, Pria itu termangu melihat kecantikan Aulya yang dia akui melebihi kecantikan Nadira kekasihnya. "Hmmm... gadis ini sangat cantik, pantas ayah mewasiatkan nya padaku! Kalau begini kan aku tidak seperti membali kucing dalam karung!" Batin Farhan menyeru.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Artis Tenar

Terjebak Cinta Artis Tenar

Kalau dia tidak suka, tidak mungkin dia bisa sebaik itu sama saya. “Tapi tunggu dulu,” Perkataan itu memadamkan senyum saya yang terlanjur merekah. “Kenapa?” “Jangan keburu ge er dulu.” “Kok?” “Ada juga orang baik karena ada maunya.” “Contohnya?” “Ya kayak si Indro, anggota team penulis kita.” “Emang dia kenapa?” “Ada artis cewek yang deketin dia dan baik banget sama dia. Dia nyangka artis itu suka sama dia, tahunya mau manfaatin doang biar si artis itu sering dapet peran ditulisannya.”
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Here To Hurt You

Here To Hurt You

protes Arsen. "Satu lagi namaku Arsen, bukan Ares gadis bodoh" ujar Arsen yang ingin sekali mengacak rambut Auris. Gadis itu meski berpenampilan acak-acakan dan kotor namun Arsen masih bisa melihat kecantikan di wajahnya. "Terserah aku memanggilmu Ares atau Arsen, itu bukan urusanmu" Arsen tertawa kecil, berapa sih umur gadis ini? Menggemaskan.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Menantu yang Dibuang

Menantu yang Dibuang

“Kenapa hidupku tidak pernah bisa seperti orang-orang di luar sana? Kenapa Tuhan? Kenapa Engkau tidak pernah adil padaku?” Arsenio menangis histeris. Perasaan campur aduk memenuhi hatinya. Rasanya Arsenio tidak sanggup menghadapi semua ini. Arsenio menyerah dan ingin mengakhirinya. Tok tok tok Suara pintu diketuk. Arsenio langsung mengalihkan pandangannya. “Jihan?” Arsenio menghapus air matanya. Arsenio beranjak dari duduknya dan langsung berjalan mendekati pintu. Buru-buru Arsenio membuka pintu.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Satu Miliar Untuk ART

Satu Miliar Untuk ART

Jazakumullah Khoiron katsiron, terima kasih untuk para pembaca di novel Satu Milyar Untuk Art, kita lanjut di season 2-nya. Semoga rezekinya lancar terus, dan diberikan kesehatan oleh Tuhan kita, Aamin ya rabbal alamin, tetap semangat. Dengan cover berbeda ya, tapi tetap melanjutkan cerita ini, dengan tokoh yang sama pula. Silakan untuk subscribe novel kelanjutannya yang berjudul " Satu Miliar Untuk ART Season 2. Novel itu adalah kelanjutan kisah, Nilam, tuan Alex dan Nizam serta tokoh yang lainnya. Terima kasih.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Menjadi Pelakor Suami Sendiri

Menjadi Pelakor Suami Sendiri

“Boleh. Ambil saja yang kamu inginkan.” Tubuhnya sudah terasa sangat lelah, Ares ingin pulang dan segera istirahat. Apalagi dasinya itu terasa mencekik lehernya. Sudah 2 jam lebih, mereka berkeliling, masuk ke toko satu, lalu toko yang lainnya. Itu pun Raisa belum merasa puas. “Sayang, menurutmu dari dua ini, mana yang bagus?” tanya Raisa memperlihatkan sebuah 2 tas branded dengan model yang berbeda, tetapi memiliki warna yang sama. Ares melihat sekilas, lalu menunjuk tas yang berada di tangan kanan Raisa. “Ah, tapi menurutku yang ini lebih bagus,” ujar Raisa pada tas yang berada di tangan kirinya.
1011.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai arti resensi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status