Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

Si ART muda cekikikan sebelum pamitan meninggalkan tempat itu. Dua ART setengah baya lekas-lekas memperkenalkan diri sampai terbungkuk-bungkuk. Masing-masing bernama Iyam dan Semi. Ekspresi cemas terlukis di wajah mereka. Agaknya khawatir Prisha marah. Namun, senyum ramah sang dara berhasil menenangkan hati mereka.
10107.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai arti setegar karang
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Rimbun Cahaya
Haloo teman-teman, nggak kerasa udah akhir Ramadhan. Cerita ini juga udah menjelang ending. Mohon maaf jika agak slow update berhubung mendekati hari raya. Setelahnya mudah-mudahan bisa lancar update lagi. Semoga kalian terus membersamai kisah ini... Love love sekebon buat kalian
Ghina1430 Munawarah
halo Thor boleh saran ga ...... maaf Thor ini crtanya sdh mau selsai ..sblum selsai tolong jgn lupa kisah nya Keyko sama erzhan Thor .semngt Thor .di tunggu up date nya Thor ..jgn lama2 ya Thor ... terimakasih
Baca Semua Ulasan
Pengendali Sistem Terkuat

Pengendali Sistem Terkuat

kata Aria. Tanpa pikir panjang, Martis setuju begitu saja dan dengan bersama-sama mereka berangkat ke desa itu. Mereka melihat desa itu dalam keadaan rusak dan penduduknya dalam kesusahan. Mereka bertemu dengan kakek Aria, yang menjelaskan bahwa ketapel itu bisa mengeluarkan biji setan tak terbatas jika digunakan dengan benar.
9.7109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Kubawa Benihmu, Mas!

Kubawa Benihmu, Mas!

Dingin dan datar. "Susah sekali membuatnya melihat hati ini?" Sagara pun berbalik arah, dia kembali ke bangku kemudi dan mulai melajukan kendaraannya meninggalkan area ruko tersebut. Sementara di waktu yang berbeda, masih di tempat parkir depan butik Sarita, Bagaskara yang melihat mantan istrinya keluar dengan Sagara sambil tertawa renyah membuat hatinya terasa nyeri dan sakit. "Jadi kalian sudah mulai sedekat itu? Jangan salahkan aku jika hak asuh Alifian jatuh ke tanganku suatu saat nanti, Sarita!"
1033.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Sangkar Kupu-kupu

Sangkar Kupu-kupu

Pintaku “iya sabar ya Mbak, ini lagi macet banget, kalau pas ke arah studio sih nggak macet.” “ya maksud aku, kan kalo naik motor bisa salip salip gitu.” “oooo ngono…hehehhe iya siap mbak.”
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Terjepit Tante dan Tiga Sepupu Cantik

Otak mungilku ini mendadak lemot, berusaha keras mencerna arah pembicaraan Paman Karyo. "Paman sudah mikirin ini matang-matang dari kemarin. Paman mau kamu yang jadi ART di rumah ini." Aku seketika melongo. “Heh? S-saya? Jadi ART?” "Iya! Daripada kamu capek-capek jadi OB di kantor dengan gaji pas-pasan, mendingan kamu kerja di sini. Kamu jagain tante dan sepupumu kalau Paman lagi dinas luar. Paman bakal kasih gaji dua kali lipat—ah, nggak, tiga kali lipat dari gajimu di kantor. Gimana?"
9.7237.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.8K kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI

Ia adalah Aris, tangan kanan baru Bramantyo Subroto yang dikirim langsung dari Jakarta. ​"Nyonya Kinan," Aris menyapa dengan senyum yang dipaksakan, tangannya memegang sebuah koper kecil berbahan kulit. "Tuan Besar meminta saya menyampaikan salam. Beliau bilang, udara pantai tidak baik untuk kesehatan Tuan Aditya yang sedang... kurang beruntung." ​"Simpan salamnya untuk nisan Maria," potong Kinan dingin. "Langsung saja ke intinya. Kenapa anjing penjaga sepertimu harus mengotori sepatunya di tanah ini?"
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Kembalinya Pendekar Tanpa Tanding

Kembalinya Pendekar Tanpa Tanding

Ucap Arya dalam hati. "Baik, ayo kita pergi sekarang..." Sahut Sudarta cepat sambil menatap matahari yang mulai begerak keatas kepalanya. \*\*\*\* Desa Karang Waringin adalah sebuah pemukiman yang berada diperbatasan terluar wilayah kekuasaan Rogo Geni. Letaknya yang berada diantara bukit bebatuan terjal, membuat tempat ini menjadi "sarang" para perampok yang sedang melarikan diri dari kejaran prajurit Rogo Geni.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

“Memang sebaiknya tamu bicara baik-baik dulu. Karung beras bukan daun liar yang bisa disentuh sembarang orang.” Karto Ma meliriknya. “Mulutmu cepat sekali pindah tempat, Wati. Tapi kali ini setidaknya kau pindah ke sisi yang tidak memalukan.” Beberapa orang tertawa tertahan. Wati menekan bibir, tetapi tidak berani membantah karena semua mata masih tertuju pada Anita. Karto lalu menatap karung beras dan Anita bergantian. “Rupanya karung beras lebih berat daripada bedak kota. Belum diangkat saja sudah membuat orang hampir jatuh.”
1010.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 342 kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Pura-Pura Miskin

Suami Penggantiku Pura-Pura Miskin

tanya ART bernama Imas. “Telepon Tuan Dipta aja. Kalau telepon Ibu sama Bapak rasanya percuma soalnya mereka aja lagi di rumah sakit.” “Bener banget. Kalau gitu aku telepon Tuan Dipta dulu,” putus Imas yang berjalan menuju ke arah meja nakas panjang yang terdapat telepon rumah. Sedangkan ART bernama Lilis memperhatikan wajah Kaira yang pucat pasi. Matanya tak sengaja melihat ke arah telapak tangan milik Kaira yang tengah menggenggam sesuatu.
1098.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Mas Duda Nyebelin

Mas Duda Nyebelin

Sean merenggang lingkar dasinya yang terasa mencekat. Giginya menggeletuk, menahan kesal melihat kejadian di depan rumahnya. Ia berdecih, jengkel hati mengingat senyum Heera yang langsung mengembang ketika melihat kehadiran Arta di depan kosan. "Memangnya tadi bunda habis dari mana sama Om Arta? Kok dompet bunda bisa ada di Om Arta."
9.8325.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.5K kali sebagai arti setegar karang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status