MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
Ia adalah Aris, tangan kanan baru Bramantyo Subroto yang dikirim langsung dari Jakarta.
"Nyonya Kinan," Aris menyapa dengan senyum yang dipaksakan, tangannya memegang sebuah koper kecil berbahan kulit. "Tuan Besar meminta saya menyampaikan salam. Beliau bilang, udara pantai tidak baik untuk kesehatan Tuan Aditya yang sedang... kurang beruntung."
"Simpan salamnya untuk nisan Maria," potong Kinan dingin. "Langsung saja ke intinya. Kenapa anjing penjaga sepertimu harus mengotori sepatunya di tanah ini?"