Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa
Ia merapikan tumpukan dokumen terakhir, lalu melangkah mendekati Arthur dan duduk di sofa panjang di samping meja kerja.
Sai kemudian merogoh tas kulit yang tadi ia bawa, mengeluarkan sebuah botol anggur berkualitas tinggi yang aromanya sangat kuat.
"Butuh ini, Yang Mulia?" Tanya Sai sambil menyodorkan botol itu tanpa gelas, sebuah pelanggaran protokol yang sangat kasar, namun Arthur tidak peduli.
Arthur melirik botol itu singkat, lalu meraihnya dengan cepat dan langsung menenggaknya dalam beberapa tegukan besar.