Pembalasan sang Putri Pewaris
Mbak gendis sangat menyukai bayi, apa lagi mbak gendis sudah lama menikah belum juga dikaruniai seorang anak, jadi wajar saja jika ia benar-benar menyayangi seorang bayi dan sangat menginginkannya.
"Yaampun, lucu banget sih kamu Shifa. Ditambah lagi ini, apa?? Yaampun lucunya." Mbak gendis memegang pita merah yang aku kenakan dikepala putriku. Memang benar terlihat lucu dan menggemaskan saat Shifa memakainya, belum lagi pipi Shifa yang tembem, membuat siapa saja melihatnya pasti ingin mencubit dan mencium karena gemas. Hadiah pita itu aku dapatkan saat ibu-ibu datang kerumah untuk bertemu dengan Shifa. Begitu banyak Shifa mendapatkan kado bermacam-macam dari tetangga.
"Kamu ini Hana, ada-ada
Hot Chapters