Cinta Cita
“Ya ... kenapa nggak dihalalin aja kalau sudah begitu.”
“Kita skip dulu masalah itu, Mas,” ujar Arya menuang sup daging ke mangkuknya, setelah mengambil nasi. Dari wanginya saja, Arya sudah bisa memastikan rasanya pasti sangat nikmat. “Yang aku bingung, aku sama dia itu nggak satu kota. Belum lagi kesibukan kita yang bikin ketemunya cuma sebentar. Ini aja, nanti malam dia terbang ke Yogya, lusa malam baru balik. Dia balik, aku yang terbang ke Surabaya.”
Sikat na Kabanata