Ibu Susu Polos Pak Boss
"Iya ... kita pergi, Nay. Kita pergi dari sini..."
Malam itu juga, dua wanita muda itu menumpang bus ekonomi menuju Jakarta. Kursi mereka sempit, dan tangan Surti tak lepas menggenggam jemari Nayla yang sedingin es. Sementara itu, Nayla duduk kaku menatap jendela, matanya kosong, wajahnya pucat.
"Nay, ini terakhir kali aku tanya," kata Surti menoleh Nayla yang sedang mengusap wajahnya. "Kamu yakin mau kerja di Jakarta? Jadi ART, bersih-bersih rumah?"