SEBELUM BERPISAH
Gestur Aryo sangat terbaca jelas, bagaimana dia sangat serius dengan putrinya.
Aryo mengangguk. "Ya, Pak. Saya akan mengabari secepatnya."
Selesai mereka bicara dengan Pak Danu dan istrinya, Agnes tidak ingin berlama-lama di sana dan mengajak Aryo untuk pamitan.
"Kenapa buru-buru, Nes?" tanya Bu Danu dengan tatapan tulus.
"Maaf, Ma. Karena hari ini juga kami harus kembali ke Jogja," jawab Agnes sopan. Kemudian ia berpamitan dengan kakak dan para iparnya.