Hati yang Terbagi
"Hai ... Iya, mudah mendapatkan nomor artis terkenal seperti kamu. Hebat kamu sekarang, aku salut,"
Mas Ubay sengaja melirikku ketika mengobrol dengan mantan istrinya, seolah ingin melihat reaksiku. Aku menahan panas di dada sembari terus menciumi pipi Hafizh yang tengah terlelap di pangkuan.
"Nah, gitu dong. Akhirnya kamu mengakui juga kan? Gimana dengan tawaranku kemarin? Kamu mau menceraikan istrimu itu? Atau mau menjadikan aku yang kedua?"