Balas Dendam sang Kultivator
"Persembahan."
Kata itu menghantam Rayden dengan kekuatan sebuah palu godam. Itu bukanlah kata yang digunakan untuk barang atau sumber daya. Itu adalah kata yang digunakan untuk korban.
Seketika, pikirannya tidak lagi dipenuhi oleh strategi atau perhitungan risiko. Sebaliknya, sebuah gambaran muncul di benaknya: adiknya, Raelyn, yang terbaring tak berdaya, jiwanya hancur. Ia teringat pada para korban tak berdosa dari ritual terlarang Keluarga Bramasta. Insting pelindungnya, yang selama ini ia fokuskan hanya pada Raelyn, kini aktif dan meluas. Ia membayangkan orang-orang tak berdaya, mungkin para jenius muda seperti yang ia lihat di desa tempo hari, dirantai di dalam kereta, diantar menuju na
Hot Chapters