Di Kehidupan Kedua, Aku Mencintai Musuh Suamiku
Jemari lentiknya bergerak perlahan, mengusap permukaan kain jas mahal yang membungkus dada tegap itu, dengan gerakan menggoda yang begitu halus, seolah sedang memainkan melodi yang mematikan.
"Mengejarku sampai ke sini, Tuan Darren? Kupikir kamu sedang sibuk menikmati jadi pusat perhatian di atas panggung," bisik Aruna dengan nada suara yang rendah, serak, dan penuh dengan daya pikat yang belum pernah Darren rasakan sebelumnya.
Mata Aruna menatap langsung ke bibir Darren, lalu naik perlahan untuk mengunci manik mata pria itu.