Terjebak Menjadi Istri Sang Bos
Di matanya, Aruna bukan lagi seorang wanita, bukan lagi tunangannya; Aruna adalah mahakarya yang retak dan harus segera diperbaiki dengan cara yang paling brutal.
"Duduklah, Aruna," perintah Julian. Suaranya rendah, halus, namun memiliki otoritas yang sanggup membekukan aliran darah.
Aruna tidak bergerak. Jemarinya yang pucat mencengkeram sisa-sisa kain gaun pengantinnya yang sudah hancur.
Ia menatap meja bedah yang berkilat dingin itu dengan horor yang nyata. "Apa yang ingin kau lakukan, Julian?" bisiknya, suaranya pecah di tengah sunyinya ruangan yang kedap suara.