Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LETUP

LETUP

“Cuma kebetulan aja, tiap lo butuh, gue lagi avail.” Dengkusan Kaila terdengar lagi. Ia masih pada prinsipnya yang tidak memercayai terlalu banyak kebetulan. Lagipula, bukankah ini aneh? Bukankah seorang mahasiswa yang sudah terlambat lulus seperti Fano seharusnya berusaha dua kali lebih keras daripada orang-orang yang baru pertama kali mengalami pahit-manis semester akhir seperti Kaila? Mengapa lelaki itu justru tampak terlalu santai dan tidak memiliki kegiatan?
2.7K viewsOngoingAdded to Library 86 Times as lu ten
Read
+Library
Little Brother

Little Brother

tanya Liliana riang. "Tidak ada." "Oh! Lihat di sana! Sepertinya mereka sedang menjual aksesoris!" pekik Liliana menunjuk lurus ke kumpulan orang di taman kampus. "Ayo kita lihat apa yang mereka pamerkan!" Tanpa aba-aba lagi dia menarik tangan Yohan. Yohan terseret olehnya dan mereka menyeruak kerumunan mahasiswa itu. Beragam aksesoris dihamparkan. Awalnya Yohan tidak tertarik dengan perhiasan sederhana itu sebelum pandangannya terhipnotis oleh sebuah kalung dan dia terpesona.
105.3K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as lu ten
Read
+Library
Cintaku T'lah Mati

Cintaku T'lah Mati

Kemudian, dia seperti terpikir sesuatu dan menatapku dengan ekspresi rumit. Beberapa saat kemudian, dia menelepon sekretarisnya. Wajahnya berubah cerah. "Kamu sebaiknya lihat ini dulu." Itu adalah berita trending hari ini. Seorang pria berpakaian compang-camping berlutut di depan rumah Keluarga Jusman dengan papan bertuliskan "Karen tidak punya etika profesional, licik, dan menindas yang lemah. Tolong beri keadilan".
10.8K viewsCompletedAdded to Library 216 Times as lu ten
Read
+Library
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

tutur Mira saat melihat lily yang benar-benar akan memukulnya. "bagaimana dengan tawaran ku Ra? kau setuju?" tanya Lily "ah iya aku sampai lupa dengan tujuan ku datang kesini" Mira mengeluarkan sebuah Map dalam tasnya kemudian memberikannya kepada lily, gadis itu mengernyit heran memandang Map itu sebelum ia mengambilnya
104.3K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as lu ten
Read
+Library
LUKA TAK BERDARAH

LUKA TAK BERDARAH

Tiba-tiba … JLEEBBB … Sebuah tikaman dari si botak masuk di pinggang sebelah kiri Eguh, sehingga membuat Eguh memajukan perutnya ke depan. Lalu Eguh menoleh ke arah kiri, tenyata preman berkepala botak menikamnya dengan menggunakan pisau lipat. BRUKK! Eguh pun roboh ke depan sambil memegangi pinggannya yang terluka akibat tusukan.
96.5K viewsOngoingAdded to Library 195 Times as lu ten
Read
+Library
Our Luna

Our Luna

Setelah itu, Januar memasukkan tangannya kedalam saku celana. “Oh iya Chiara, apa kau percaya pada werewolf dan semacamnya?” tanya Januar mencoba membuka percakapan. Chiara menggelengkan kepala sebagai respon dari pertanyaan pemuda disampingnya ini. “Tidak, aku tak percaya hal seperti itu,” sahut Chiara tegas. Januar mengerjapkan mata mendengar ucapan dari sang gadis. “Mengapa begitu, Chi?”
2.1K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as lu ten
Read
+Library
LEAK

LEAK

Dengan membawa sebuah n***l karangan Marie Lu—The Rose Society. "Apa kau pencinta Dan Brown, Arjuna?" tanya Gayatri tanpa sungkan sambil tersenyum. "Tidak juga," jawab Arjuna tanpa menoleh sambil tetap membaca. Mendengar jawaban Arjuna seperti itu, dengan nada bicara yang tidak enak didengar. Gayatri langsung menunduk dan membuka sampul n***l yang ada di hadapannya. Ia mulai berkonsentrasi untuk membaca satu persatu kata yang tercetak di sana.
103.8K viewsOngoingAdded to Library 129 Times as lu ten
Read
+Library
LEAK

LEAK

tanya Bu Lana sembari menoleh ke arah Pak Tua. “Tyang baang potongan harga Bu Gek. Mekejang yuta limang atus.” “Potong bien, satak, nah? Langganan tetap,” ucap Bu Lana sembari tersenyum manis pada Pak Tua. Bagai kerbau dicucuk hidungnya Pak Tua seketika mengangguk. Ilmu Bu Lana rupanya ikut berperan juga dalam transaksi itu. Lewat mata dan bibirnya mampu membius lawan bicara. Wanita berpinggul besar ini pun lalu mengeluarkan beberapa lembar uang merah, menghitung jumlahnya dengan telita dan memberikan pada pria di depannya.
9.916.8K viewsCompletedAdded to Library 521 Times as lu ten
Read
+Library
MEMBUKA [LUKA] LAMA

MEMBUKA [LUKA] LAMA

Tanyaku dalam hati Aku sudah terbiasa mengabaikan telepon masuk dari nomor yang tidak aku kenal, namun handphoneku terus berdering hingga membuatku terpaksa menjawab. “Hallo zane?” Terdengar suara laki-laki yang asing untukku. “Iya, siapa?” tanyaku datar. “apa kabar?” jawab pria itu. “Iya, dengan siapa?” Tanyaku datar “HAHAHAHAHAHAHA” “Apa yang lucu?” Tanyaku datar “Ternyata sikap cuekmu tidak pernah hilang ya?” “Aku Kendra” Sambungnya cepat
101.6K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as lu ten
Read
+Library
LULUH JIWA MAFIA & BABY

LULUH JIWA MAFIA & BABY

Tejo : Anggoro lihat saja kamu, aku kan membunuh mu dengan tangan ku sendiri. Ruben : Jadi bagaimana Tejo, kita mau berperang atau tetap aliansi ini berjalan. Tejo : Begini saja besok aku temui mu Ruben di markas jeruji. Ruben : Baik lah. Ruben bergegas pergi meninggalkan rumah Anggoro di ikuti dengan Tejo, mereka ber dua membawa hasil tangan kosong dan rasa kekecewaan, tetapi ke dua pemimpin dengan perbedaan pola pikir ini masih membentuk aliansi untuk meruntuhkan geng gagak, Tejo sangat berambisi menghabisi Anggoro dan membalaskan dendam atas tewasnya beberapa anggota Tejo, sedangkan Ruben ingin menguasai dan memperluas wilayah kekuasaan saat menghancurkan geng gagak nantinya.
812 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as lu ten
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status