Air Mata Aruna
Lagi-lagi Sari memotong penjelasan dari Aruna, “Kirim suraat? Ha.. ha.. ha.. , kayak zaman dulu aja. Ini bener-bener serius, Runa?”
“Ya seriuslah, ngapaen juga gue ngomong nggak serius. Gue ngomong sama lo, dua-rius tau!” ucap Aruna dengan nada dongkol.
“Tok.. tok.. tok, ka Runa.. Ka..,” Arimbi mengetuk pintu kamar Aruna yang sudah dengan pakaian rapi.
Dan Aruna yang mendengar ketukan dari daun pintunya menoleh ke arah ketukan itu, lalu berkata pada temannya yang masih berbicara di ujung telepon, “Tunggu ya Sar...”