Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GAYATRI

GAYATRI

Tak lupa juga Bu Tini menggunakan caping agar kepalanya tidak pusing karena terik matahari. "Ya udah kalau gitu. Hati-hati, Bu." Gayatri, kembang desa yang baru mekar. Mulai menunjukkan pesonanya. Usianya kini sudah delapan belas tahun. Kecantikan yang dimilikinya membuat kumbang-kumbang ingin menghinggapinya. Terik matahari terasa membakar kulit. Gayatri melangkah menuju sawah dengan membawa rantang berisi nasi dan sambal ikan asin. Banyak pemuda maupun orang tua yang memandanginya.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
Chandra

Chandra

ucap Aqin "Gue dari lahir udah jadi kakak yang baik. Lo tuh, sodara laknat." "Bangs*t," umpat Aqin. *** Chandra mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi membela jalanan yang terlihat lengang karena malam yang sudah sangat larut. Tak memakan waktu lama, akhirnya ia sampai di rumahnya.Chandra berhenti di halaman rumahnya, ia bingung karena terdapat sebuah mobil yang juga terparkir di halamannya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
Xiaoyi Xiaoyan

Xiaoyi Xiaoyan

tegas Kak Zao. next...
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
ADHARA

ADHARA

jawab Dirga santai "Ouh gitu yah," "Oh my good Liss liat deh-" Farah menutup mulutnya kaget lalu memperlihatkan sebuah foto yang baru saja Farah liat dilaman i*******m miliknya. Foto seorang perempuan bertopeng dengan dress ketat diatas lutut dimana yang menjadi fokus keduanya adalah pin yang dipakai didada perempuan tersebut, pin kampus universitas Abdi Jaya
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
DITOLAK OM-OM

DITOLAK OM-OM

Hihihi . Next
1094.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
Pena Ajaib

Pena Ajaib

ucap Ocin seraya mengamati pena di tangannya. Keajaiban pun terjadi beberapa detik setelah Ocin selesai menuliskan kalimatnya. Perubahan diawali dengan pandangan mata Ocin yang mulai kabur saat melihat pena. Selain itu, Ocin yang awalnya dalam posisi berdiri di depan toilet warung, kini dia merasakan pantatnya menepak kursi. Padahal saat itu dia tidak merasa pindah posisi untuk duduk. Dan memang tidak ada kursi di sekitar toilet warung. Perlahan pandangannya terlihat jelas kembali dan betapa terkejutnya dia saat melihat sekarang dirinya berada di....
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
Handa

Handa

Flashback off Handa mengalihkan pandangannya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia menundukkan kepalanya, bulir-bulir bening air mata menetes di pahanya. Handa mengusap air mata di pahanya, dengan sedikit gerakan maju tangannya sudah mengepal, lalu memukul pelan pahanya berusaha memberi kekuatan pada dirinya sendiri. Handa mengangkat kepalanya sambil menarik nafas dalam-dalam, dengan punggung tangannya Handa menyeka air mata yang telah membasahi pipinya, lalu pandangannya kembali beralih keluar jendela menyaksikan pemandangan alam Laut Jawa yang indah. Handa melepas ikatan rambutnya lalu menggunakan ikat rambutnya sebagai gelang di tangan kirinya, ia mulai menyandarkan kepalanya lalu melemparka
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 959 kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
Choice

Choice

Berceloteh ini dan itu. “Tante buayanya ke sini,” Ardi memeluk erat Maya. “Mulutnya lebar banget.” “Bahasa inggrisnya buaya apa?” “Crocodile.” Jawab Ardi semangat. “Pinternya.” Puji Maya. “Kalau buaya darat?” goda Ray. “Papa.” Celetuk Rachel. Mereka kompak tertawa. Reihan menyeringai sebal. Silva menepuk-nepuk bahu Reihan.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai atha
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status