KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Kalau perempuannya bukan kamu, aku juga nggak bakalan berantem, Khai. Tapi masalahnya perempuan yang mereka goda itu kamu. Aku nggak ikhlas kamu dilecehkan seperti itu. Aku nggak puas kalau cuma adu mulut saja,“ katanya.
Aku terdiam seketika. Pipi terasa menghangat dan dada terasa berdebar kencang. Apa iya aku sespesial itu baginya?
Namun kemudian aku terkesiap, saat Aric menarik tubuhku ke pelukannya. Untuk beberapa menit aku bergeming, tapi tersadar saat bayangan Mbak Medina dengan mantan kekasihnya melintas di kepala. Lalu, apa bedanya aku dengannya?
Aku gegas mengurai pelukannya, tapi dia justru mengeratkannya.
“Izinkan aku memelukmu, sebentar saja.“
인기 회차