Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Bos Mencuri Ciuman dari Istrinya yang Hamil Setelah Bercerai

Tavia terkejut, menelan ludah berkali-kali. Kayshila menatapnya tajam, "Di mana Azka?" "Apa?" Tavia tertawa canggung, "Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Azka … bukan di Santori?" "Oh?" Kayshila tersenyum sinis karena marah, "Jadi, kalian dan Ibumu, di siang hari yang terang benderang, tidak ada kerjaan, sedang minum teh di ruang penyimpanan?"
9.6753.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 18.1K Beses bilang azka tegar
Ipakita ang mga Review (127)
Read
+Library
Dini Ratna
knp g kelar2 ceritanya, smp cpek yg baca, selalu aja ada mslh, knp g slesai dr dlu2, pdhl yg lainnya cma smp episode ratusan sdh tmat tp ini smp ribuan msih blm tmat2, segera ditmatkan dan happy ending dan gnti cerita baru yg seru lg, untuk penulisnya mohon segera dislesaikan ya, biar g bosen pmbaca
chesey kala
ni cerita bagus awalnya,tp udah bab 259 knp cuma muter" slh paham terus,udh rela toup up berkali" buat nonton, sampek ilang mood buat baca bab selanjutnya,spil dong yg udh baca ampek bab terakhir,zenith tau kebenaranya di bab brp?biar gue loncatin,apa bakal seumur hidup ni nggk kelar",mau nyerah ...‍
Basahin ang Lahat ng Review
Istri Kampungan Presdir

Istri Kampungan Presdir

Bu Rani menunjuk Azka Azka berdiri dengan ragu, "Hallo teman-teman semua, perkenalkan aku Azka, dari desa Pucuk sari, kelurahanxxxxxx, RT xxxxx. pekerjaan ayah saya sebagai juragan dan pemasok jengkol Oya.... teman-teman tau jengkol nggak....itu loh yang rasanya enak dan bikin nagih. yang merupakan hobby dan kesukaan ku. memasak dan mengolahnya menjadi beraneka bentuk makanan" Azka tampil penuh percaya diri, saat melihat seisi kelas memandangnya risih dan tiba-tiba menutup mulut
9.5143.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.9K Beses bilang azka tegar
Read
+Library
Mengejar Berondong

Mengejar Berondong

Pertanyaan Tezza seolah memberi tamparan kuat pada Xavera dan menyadarkan dirinya akan satu hal yang ia abaikan beberapa waktu ini. “Hah? Ap—apa?” Xavera seakan kehilangan kata-kata untuk melanjutkan pertanyaannya. Wanita itu menatap lekat Tezza yang terlihat sangat santai berbicara tentang keberangkatannya. Demi Tuhan, Xavera melupakan fakta mengenai perbedaan mereka berdua. Xavera sudah terdaftar sebagai Warga Negara Indonesia, sedangkan Tezza adalah Warga Negara Asing. Perihal status Tezza pun, sudah sangat jelas pria itu katakan pada Xavera jika dirinya masih tercatat sebagai seorang mahasiswa dan juga salah satu pro player sebuah club ternama di Finlandia.
1070.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.7K Beses bilang azka tegar
Read
+Library
Istri Pengganti Sang Miliarder

Istri Pengganti Sang Miliarder

tanyaku. Azka mengeluarkan KTP dari dompetnya. Sambil memfotokopi KTP itu, aku berusaha mengamati tulisan yang tertera di dalamnya. Nama lengkapnya adalah Azka Satya Wibisana. Alamatnya di daerah Kebon Jeruk, kelahiran Banjarmasin, 35 tahun yang lalu. Ada yang aneh di KTP itu. Bagian agama kosong, hanya ada tanda strip. Aku menduga Azka adalah penghayat kepercayaan. Tak lama kemudian, mataku membulat. Wow! Dia…
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 52 Beses bilang azka tegar
Read
+Library
Tergoda Mantan

Tergoda Mantan

Notifikasi dari salah satu chat application. You have been invited to join ‘Kabaret Pelangi Bintang 7 ’ group. Ailaa mengulas senyum. Dia menekan tombol ‘join’ lalu membuka daftar anggota grup. Satu nama yang muncul dalam daftar membuat tubuhnya terasa kaku, jantungnya berdegup lebih kencang, dan matanya terbelalak. Dua kali Ailaa mengulang membaca nama itu.
103.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 104 Beses bilang azka tegar
Read
+Library
Asmaraloka

Asmaraloka

Jaringan yang Cakra gunakan untuk mengendalikan dan merusak, tidak hanya hidup Ain dan Bella, tetapi juga banyak orang yang tidak pernah tahu bahwa mereka telah menjadi bagian dari permainan berbahaya ini. Namun, Cakra menyadari apa yang sedang dilakukan Ain, dan ia melangkah maju dengan gerakan cepat, mencoba untuk menghalangi dan menghentikan tindakan Ain. Tapi kali ini, Ain sudah siap. Semua yang telah ia pelajari selama perjalanan ini—semua kebenaran yang telah mereka temui—sekarang menjadi senjata yang kuat. Ain menekan tombol terakhir pada perangkat itu, dan sesaat kemudian, ledakan energi besar terdengar di seluruh kawasan. Cakra terhuyung mundur, mencoba menahan dampak yang datang de
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 96 Beses bilang azka tegar
Read
+Library
AFZAL

AFZAL

ucap afzal menepuk pundak egar Sedangkan egar menahan kekesalan nya akibat kalah area lagi dengan afzal. "Cabut"intruksi afzal kepada teman-temannya Setelah afzal dan yang lain pergih barulah egar mengeram tidak tertahan. "Arghhh" "Anjing!"teriak egar "Balik gar, gak ada guna juga lu marah-marah orangnya udah cabut"ucap salah satu temannya
2.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 52 Beses bilang azka tegar
Read
+Library
KASAM (Pulang Untuk Tenang)

KASAM (Pulang Untuk Tenang)

Kini Bu Lis menyiapkan piring dan menata beberapa pisang goreng yang terlihat masih hangat ke piring kuno berwarna putih. "Di daerah dekat stadion." "Jauh juga olahraganya, Mbak." "Hmmm.... Iseng aja. Tapi, Tante Ratna kapan ya keluarnya. Apa setelah Bu Lis keluar belanja, ya." "Bisa jadi, Mbak. Ini mau di bawa sendiri atau saya bawkan?" Bu Lis sudah memegang nampan besar berisi dua cangkir teh hangat. Sepoci kecil teh untuk tambah dan sepiring pisang kayu goreng.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 92 Beses bilang azka tegar
Read
+Library
Takhta Takdir

Takhta Takdir

Suara jengkel datang dari pria yang mengenakan zirah besi tebal, ia menusukkan pedangnya ke atas meja dan menatap pria itu dengan dingin. "Kalian benar-benar tim yang parah" Seorang pria botak dengan pakaian sederhana bergumam pelan, wajahnya terlihat seperti seorang biarawan. Tak ada peralatan apa pun pada tubuhnya selain baju lusuh yang dia kenakan. Dia bahkan tidak memakai alas kaki dan hanya berjalan telanjang. "Sialan..” Pria dengan belati itu ingin mengutuk tapi pada akhirnya menelannya diam-diam. Bagaimanapun, dia tidak ingin macam-macam dengan orang botak aneh ini.
102.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 69 Beses bilang azka tegar
Read
+Library
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Aisya yang sedari tadi diam, akhirnya mendekat kepada Ibu. "Aish, Mas Azzam kan baru datang dari Kairo, tentu Ustadzah tidak mengizinkannya untuk ke kota. Emm ..., bisa kah kamu menerimanya, untuk ikut mengajar, di Sekolah yang kamu kelola? Setidaknya, untuk sementara," tanya Ibu mertuaku. "Sekolah yang Aish kelola, masih skala kecil. Jika mas Azzam berkenan, tentu saja Aish tidak keberatan, menerimanya sebagai partner mengajar."
1099.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.2K Beses bilang azka tegar
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status