Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Aku merasa… seperti pernah melihatnya di perpustakaan Akademi. Tapi simbol ini..” “..berasal dari zaman sebelum Dewan berdiri,” sela Bara. Mereka bertiga menoleh ke arahnya. Bara memandangi ukiran itu lama, seperti mengenali sesuatu jauh di dalam pikirannya. “Ini simbol dari Sekte Cermin Jiwa,” lanjutnya. “Sekte yang dulu mencoba menyeimbangkan dunia dengan cara memecahkan batas antara Jiwa dan Chi.”
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
Pemilik Kitab Seribu Bayangan

Pemilik Kitab Seribu Bayangan

--- Di Dalam Dimensi Cermin Jiwa Gelap. Lalu muncul satu cahaya… satu cermin. Tapi cermin itu bukan benda mati. Ia bergerak, hidup, berbisik. > “Siapa kau?” tanya suara dari cermin. “Ruo Lin,” jawabnya. “Bukan. Kau adalah sisa dari Ye Qian… sisa dari iblis… dan sisa dari jiwa yang dibunuh karena terlalu terang.”
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

Gairah Cinta CEO dan Peramalnya

“Anya, kau harus memilih. Cermin ini hanya akan memantulkan satu kebenaran. Dan setelah itu… yang lain akan lenyap.” Anya memandang kartu. Memandang sosok itu. Memandang liontin. *** Anya menatap kartu “The Mirror” di tangannya. Energinya berbeda dari kartu-kartu sebelumnya. Tidak hanya memantulkan masa depan, tetapi membuka lapisan terdalam dari jiwa. “El… All… Aku harus memilih di antara kalian?” bisiknya, nyaris tak terdengar.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Ucup nyaris tersandung batu di depan rumah. Raka terengah. “Lu pikir gue ngerti? Ini kayak The Ring versi lokal!” Desi tiba-tiba muncul dari belakang pohon pisang. “Kalian lihat cermin itu?” Ucup mengangguk cepat. “Iya! Dan itu bukan cermin biasa! Itu cermin... rumah sakit jiwa!” Desi menarik napas dalam. “Itu milik Simbah. Cermin itu katanya... dipakai untuk ‘menyimpan’ arwah.”
921 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
Cermin Retak Masa Lalu

Cermin Retak Masa Lalu

Di minggu kedua, aku turun lima kilogram lagi. Wajah bulatku mulai menunjukkan bayangan masa laluku. Setiap hari, aku menonton lima film untuk menyerap pengetahuan dan pengalaman dengan cepat. Ini membuatku benar-benar larut dalam dunia perfilman, sehingga suasana hati dan pikiranku terasa terpuaskan. Penampilanku pun banyak berubah. Saat Kak Liya datang melihatku, matanya tampak berbinar.
12.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
Jejak di Balik Pesantren

Jejak di Balik Pesantren

jawab Lena pelan. --- 🌀 Bagian 3: Cermin yang Tidak Memantulkan Di lorong bawah Perpustakaan Tertutup, mereka menemukan Cermin Kosong benda yang dulu tak pernah mereka perhatikan. Kini di permukaannya, muncul wajah-wajah samar. Ada yang tersenyum, ada yang menangis, ada yang... tampak seperti kita. Salah satu suara dari cermin itu berbicara langsung:
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Raja Beladiri

Pembalasan Dendam Raja Beladiri

Namun semua bentuk kehidupan ini hanya sebatas jiwa kosong, dalam hal segi kekuatan mereka adalah sumber energinya dan Cermin Penyimpanan Jiwa melayang diatas kelopak teratai penghangat jiwa. Avatar Jiwa Ye Tian muncul dan memeriksa Cermin Penyimpanan Jiwa, "Aku sudah mengambil langkah pertama jadi bersabarlah sebentar lagi. Aku tidak akan membiarkanmu mati meninggalkanku dan Ye Tianyu."
1027.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 545 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Dan satu-satunya tempat yang tidak memiliki pantulan ganjil… adalah cermin kecil milik Arkana. Di ruang bawah tanah perpustakaan, Arkana menggambar simbol lingkaran ketujuh: tujuh mata air, tujuh luka, tujuh denyut jiwa. Ia meletakkan cermin di tengah, lalu mulai membaca mantra kuno dari halaman kosong yang kini terisi. “Wahai ruang di luar ruang, Tempat semua kehilangan menjadi suara,
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
PETI KE-13

PETI KE-13

Kakinya sendiri. Tubuhnya kembali. Ia berdiri terhuyung, berjalan ke arah cermin besar yang kini retak dari tengah ke bawah. Permukaannya tidak lagi halus, tidak lagi hidup. Cermin itu… sudah mati. Dan dari dalam bayangan cermin itu, samar, ia melihat para jiwa yang tersenyum padanya, Rakha, lelaki tua, perempuan wajah rusak. Mereka berdiri bersama, lalu berjalan mundur masuk ke dalam kabut.
693 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai baca komik cerminan jiwa
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status