Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Di sisi ruangan, poster-poster menampilkan adegan perang, wajah para tokoh kerajaan, dan semburat cahaya senja yang tampak seperti lukisan. Bumi berhenti sejenak sebelum masuk ke ruang utama. Pandangannya tertuju pada poster besar di dinding: dua sosok — Prabu Linggabuana dan Dyah Pitaloka — saling memandang di tengah kabut perang. Ia menarik napas panjang. Sita menatapnya dari samping. “Kau siap?” Bumi mengangguk pelan. “Aku tak menyangka akan sejauh ini, Sita… tapi aku siap jika bersamamu.”
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Langkah Dewi : Warisan Rahasia

Langkah Dewi : Warisan Rahasia

“Kita harus mematahkan rantai itu, sekaligus meyakinkan dunia bahwa pertarungan kami ini bukan pemberontakan, melainkan perjuangan kemerdekaan.” Di kawasan perkotaan, warga sipil bersatu membentuk barikade sederhana dari batu dan kayu. Sementara itu, kelompok relawan medis sibuk menyiapkan posko darurat, menolong korban serangan tanpa pandang bulu. Sorak-sorai dukungan menggema, tapi cahaya harapan mereka juga dengan cepat meredup oleh asap peperangan.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
PEMBALASAN DENDAM ZENITH

PEMBALASAN DENDAM ZENITH

Udara di sini terasa berbeda, lebih berat, seolah dipenuhi oleh gema dari pertempuran masa lalu. Setelah memarkir mobilnya, Clive dan Aurora berjalan masuk ke dalam monumen itu. Di dalamnya, banyak sekali peninggalan sejarah yang dipajang: dari foto-foto hitam putih para pejuang kemerdekaan, seragam lusuh tentara penjajah, hingga senjata api kuno dan peralatan magis sederhana yang digunakan untuk berperang. Ini adalah kapsul waktu dari era saat Rose Valley berjuang untuk kemerdekaan Ravelinz.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Ketika Sang Adipati Berlutut di Bawah Kakiku

Ketika Sang Adipati Berlutut di Bawah Kakiku

"Jenderal Besar berhasil menerobos. Pasukan musuh mulai kacau." Aku menutup mata sejenak, menarik napas. Tapi aku tahu, perang belum selesai. *** Malam semakin pekat. Darah dan asap memenuhi udara. Aku sedang membersihkan tangan ketika suara genderang kembali dipukul. Aku segera mendekat ie tepi benteng. Pasukan kami bersorak penuh kemenangan. Bendera keluarga Ye dikibarkan tinggi-tinggi.
1045.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Tabib Cantik Milik Pangeran

Tabib Cantik Milik Pangeran

Panji-panji perang dikibarkan di atas dinding markas. Rai menaiki kudanya, seekor kuda hitam besar yang hanya ia tunggangi saat medan tempur benar-benar membutuhkan darah. Ia menarik tali kekangnya dengan satu gerakan, lalu menoleh ke belakang. Pasukan pemberontak berdiri tegak. Ratusan mata tertuju padanya. Mereka semua tahu, kali ini bukan hanya soal takhta.
1028.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai background perang kemerdekaan
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang anak yang dikucilkan menjadi seorang Pendekar hebat bergelar Kaisar hanya di novel berjudul PENDEKAR KAISAR RASKAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
pipovernandes
Adakah penyesalan membuatmu berhenti? Atau kamu percaya adanya hal yang baik setelah sesalmu? Dino sangat takut. Anak yatim piatu penghuni panti asuhan itu harus berdamai dengan kata "berpisah", semua karena adopsi. "Hidup terkadang tak sesuai keinginan kita." Dino mengingat ucapan ibu asuhnya.
Baca Semua Ulasan
Kebangkitan sang Dewa Naga

Kebangkitan sang Dewa Naga

Di balik setiap keberhasilan, tersembunyi perjuangan, keraguan, dan pertanyaan tentang batas kekuatan serta harga kehormatan. Lima puluh genderang perang berjajar megah di alun‐alun, bak naga merah panjang yang membelah langit. Setiap murid berbaris rapi, mengerahkan kekuatan fisik dan kekuatan spiritual garis keturunan mereka untuk menghantam genderang itu. BANG! BANG! BANG!
8.828.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 742 kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

Legenda Dewa Nusantara: Perang Dua Benua

Pasukan Kerajaan Langit Timur berdiri di tengah ladang perang, memandang medan yang penuh darah dengan campuran kemenangan dan duka. Ki Joko Tingkir berdiri di atas sebuah bukit kecil, mengawasi seluruh pasukannya yang tersisa. Para prajuritnya sedang mengumpulkan sisa-sisa pertempuran, menyelamatkan yang terluka, dan membawa pulang tubuh mereka yang gugur. Di kejauhan, bendera Pasukan Bala Petir Dirgantara dari Benua Barat yang semula berkibar dengan gagah kini hancur, robek, dan terhempas ke tanah.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Janji Manis Putra Mahkota

Janji Manis Putra Mahkota

“Nomor-nomor ini adalah barang yang aku perlukan untuk membatalkan perang.” ***🍀*** Akhirnya hari pertempuran yang ditunggu-tunggu datang. Pagi itu, udara dipenuhi dengan ketegangan dan semangat. Langit abu-abu menambah suasana dramatis saat pasukan Pangeran Daniel, Special Force, berkumpul di garis depan. “Apakah tidak masalah menempatkan Special Force di barisan terdepan? Bukankah mereka itu kartu As mu?”
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dewa Perang

Pembalasan Dewa Perang

Dia kesal, karena saat baru saja bangun dari komanya, pria yang menjadi orang kepercayaan Ansel itu malah menanyakan tentang perang waktu itu. "Menurutmu bagaimana? Bukankah sebelum kau pingsan, kita sudah memenangkan perang itu?" Richard terdiam, lalu wajahnya tampak sangat serius. Dalam hatinya, dia bertanya tentang semua tentara yang menjadi korban dalam perang ini. Tapi ... Richard merasa dia sudah mendapatkan jawabannya. "Aku tidak akan bertanya lagi, Jenderal!" Ansel pasti sudah membuatkan upacara pemakaman yang sangat layak untuk semua tentara yang berjuang. Dia juga sudah meminta pada kapten Beni soal tunjangan untuk tentara yang cacat untuk membicarakannya dengan orang pusat.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 649 kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
DIALAH SANG DEWA PERANG

DIALAH SANG DEWA PERANG

Dia yang terakhir tiba di kota itu, karena bertugas mengawal semua anggota mereka kembali. Jack menyalaminya. “Bagaimana semuanya?” “Sedikit tidak dianggap seperti biasa,” jawabnya sambil menggeleng heran. Jack mengangguk. “Medan perang di belakang garis depan memang berbeda dengan yang biasa kita hadapi. Bukan peluru dan bom yang harus diwaspadai, tapi manuver serta kata-kata bersayap yang sama-sama dapat menjatuhkan bahkan membunuh musuhnya!”
10131.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai background perang kemerdekaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status