Hello, Mantan!
Angin malam menyapu pelan rambutnya yang tergerai, membawa sisa aroma kota yang belum sepenuhnya tidur.
“Gue balik, ya. Thanks untuk hari ini,” ucap Carmen sambil membuka bagasi kecil di belakang, mengambil beberapa paper bag, lalu mengangsurkannya ke arah Hagia. “Dan ini buat lo sama Ranu.”
Hagia langsung mengernyit, tapi tetap menerima. “Ngerepotin banget sih, Men.”
Carmen mendecak pelan, menutup bagasi dengan satu gerakan ringan. “Harga diri gue terluka kalau sampai nggak bawa apa-apa buat lo, ya.”
Hot Chapters