Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LANTING BRUGA

LANTING BRUGA

Hampir semua jenis siluman ada di sana. Buahnya sangat merah, mirip seperti jantung manusia. "Tidak salah lagi, itu adalah apel jin ..." ucap Lanting Beruga, setelah memeriksa gulungan kecil yang diberikan oleh Ketua Devisi Bayangan. "Tapi bagaimana kita bisa mendapatkannya?" tanya Lanting Beruga. "Bangsa siluman bahkan bertarung untuk mendapatkan buah itu, jika kita bergerak lebih dekat, mereka akan mencium bau kita dan aku tidak ingin membayangkan setelahnya ..."
9.33.2M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 101.5K Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Ipakita ang mga Review (1034)
Read
+Library
Insan Perantau
sangat menarik jalan cerita..menunggu bab selanjutnya terasa debar di hati menantikan cerita seterusnya.Seakan diri termasuk dalam cerita menantikan lawan yang akan ditewaskan. Rakan- rakan seperjuangan juga menarik isi cerita menghadirkan sebuah cerita yang hebat. Seni pertarungan yang menarik lag
Jayashree
Kalo kamu dijodohkan sosok kaya, rupawan dan sempurna gimana gais? Sayangnya Zora menolak dengan pasti dan memilih kekasihnya yang sederhana. Ayahnya tidak bisa membiarkan hal ini dan berencana untuk menghancurkan kekasih dari putrinya. Hemm gimana kelanjutannya? Mampir ya di "Arti Cinta Untuk Zora"
Basahin ang Lahat ng Review
ISTRI YANG KAU SIA-SIAKAN TERNYATA KAYA RAYA

ISTRI YANG KAU SIA-SIAKAN TERNYATA KAYA RAYA

ucapnya dingin. Sila menerima sebuah bungkusan yang berisi potongan buah itu. Dia pun memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya. Manis asam buah mangga membuat dia tak berhenti memakannya. Richard sampai geleng-geleng kepala melihatnya."Tadi aja protes siapa yang makan, sekarang, dia saja makan sepetrti orang rakus," batinnya. Tiba-tiba, tanpa dia duga, Sila mengambil potongan buah itu kemudian menaruhnya di dekat mulut Richard.
1016.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 549 Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
Kala Cinta Menyapa

Kala Cinta Menyapa

Airlangga harus berusaha setengah mati menahan senyum dan gelak. “Kau bisa memakan buah apa pun di hutan. Hanya saja, seperti yang tadi kukatakan, lihat dulu, apa ada binatang yang memakan buah tersebut.” Airlangga memetik sebuah buah mirip apel. Dia menunjukkan pada tawanannya. “Lihat ini. Ada bekas gigitan kelelawar. Artinya, kelelawar memakan buah ini, dan tidak mati. Buah seperti ini bisa kau makan.”
1010.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 379 Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
Menikahi Pria (tak) Sempurna

Menikahi Pria (tak) Sempurna

"O, aku lupa. Tapi enak kok roti kismis ini. Biasakan makan roti yang ada rasanya. Masa iya makan roti bakar di rumah cuman pakai margarin." "Hmm." "Atau mau buah semangka? Aku beli buah yang sudah dipotong tadi." "Iya, itu aja." Kamalia mengambil buah dari kantung belanja. Mengambil sekotak buah yang tertutup oleh plastik wrap. Dibuka dan diletakkan di sebelah tempat duduk Devin. Ada garpu plastik yang sudah ditancapkan Kamalia pada sepotong buah.
10412.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 10.3K Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
ISTRI GLOWING SUAMI KELING

ISTRI GLOWING SUAMI KELING

ucap Mbak Lilis dengan mata berbinar. Mbak Lilis menuang buah yang sudah dipotong-potong ke dalam piring. Ada pepaya mengkal, jambu air, timun, bengkoang, mangga muda, kedondong, semangka dan melon. Sengaja membeli semangka dan melon juga agar Alika bisa ikut makan. Sedangkan Risma bertugas menuang sambel ke mangkok. Mereka asik rujakan sambil ngobrol dan bercanda. Alika pun ikut lahap memakan buah.
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 64 Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
Teror Kumara Merah

Teror Kumara Merah

Anna menunjuk buah yang memiliki sisik seperti duri-duri dan ekor yang tajam. "Ini buah nanas si Madu khas Jalan Cagak Subang. Rasanya sangat manis, asam dan segar. Kalau ini, pisang emas dan raja, ini buah rambutan dan manggis." "Kalau itu?" "Itu singkong dan ubi jalar, ubi rambat, dan talas. Biasanya dikukus dan dibakar. Namun, juga bisa digunakan bahan membuat cake dan camilan ringan. Mengandung pati cukup tinggi." Seseorang yang menggunakan bahasa Belanda menjelaskan dengan elegan. Anna menoleh. Matanya terbelalak menangkap sesosok pemuda pribumi berpakaian terpelajar, berwajah manis, bertubuh tegap. Sangat jarang Anna melihat pemuda asal pribumi yang memiliki postur bagus dan wajah bers
102.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
MAMA PENGGANTI

MAMA PENGGANTI

Tak lupa pula Neta menyiapkan potongan aple untuk camilan Sam malam ini, siapa tahu anaknya juga laper tengah malem. “ini Mama bawain juga potongan aple buat cemilan siapa tahu kamu lapar. Sekarang kamu naik ke kamar, terus makan aple sama minum air, abis itu gosok gigi terus tidur! Inget besuk kamu UTS, jangan sampe telat” Neta memperingati Sam, soalnya kalau musim ujian gini tu Sam pasti telat, entah bangun kesiangan lah, nyari kartu ujian lah dan serangkaian ketidak siapan Sam dalam menghadapi ujian sekolah. “Gue nggak mau naik sebelum loe jawab pertanyaan gue”
9.37.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 258 Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
Putra Tersembunyi sang Presdir Mandul

Putra Tersembunyi sang Presdir Mandul

tanya Kamila takjub pada hidangan yang tersedia. Ada roti bakar, tumpukan pancake dengan selai strawberry. Ada juga nasi goreng lengkap dengan telur ceplok serta ayam goreng. "Maaf, Bu. Bunga nggak tahu apa yang Ibu dan Bapak makan saat sarapan. Jadi, Bunga memanfaatkan apa yang ada di kulkas." "Eh, kok manggil Ibu lagi. Panggil Mama. Kamu itu menantu Mama. Oke," perintah Kamila. Matanya berbinar bahagia melihat semua hidangan di meja makan.
1034.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
Dilema Suami Bayaran

Dilema Suami Bayaran

Alfa Zen datang membawa sebuah nampan berisi sepiring buah kupas dan semangkuk bubur kacang hijau. “Makan dulu, Dek. Kata Simbok, kamu dari tadi belum makan apa-apa. Ini, Kakak bawain buah sama bubur kacang ijo kesukaanmu.” “Taruh aja di meja, Kak. Nanti kumakan.” “Sekarang aja, biar Kakak temenin.” “Kakak ke kantor aja.” “Dek, jangan kaya gini terus. Lihat, pergelangan tanganmu sudah sangat kecil.”
105.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 124 Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
Antara Misi Dan Hati

Antara Misi Dan Hati

Daniel mengulurkan tangan, tapi Reina buru-buru menahannya. “Tunggu,” katanya, mengambil beberapa buah dan mengamati isinya. Setelah memastikan aman, barulah ia mengangguk. “Ini bisa dimakan.” Mereka memetik sebanyak mungkin, mengisi saku dan genggaman mereka sebelum kembali ke tempat persembunyian. Setibanya di sana, Malik, Tio, dan Adit langsung menyambar buah yang mereka bawa, mengunyah dengan rakus meski rasanya asam.
103.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 139 Beses bilang bagaikan makan buah simalakama
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status