Tentang Rasa
Melihat bubur di meja nakas hanya dimakan setengah, membuat Rinjani tahu jika Agam sulit makan.
“Gam, aku potongkan buah, ya. Katanya mau cepat sembuh, tapi makan pun tidak habis.”
“Iya, buah apelnya saja, ya,” sahut Agam sambil tersenyum. Seandainya kamu tau, Rin. Semua itu terasa hambar bagiku. Itu kenapa aku tidak mau memakannya.
Dengan telaten, Rinjani menyuapkan potongan demi potongan buah apel itu kepada Agam. Dan pria itu terus saja menerimanya dengan senang hati, seolah-olah apel itu terasa sangat manis.
Bab Populer