Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Teror Kumara Merah

Teror Kumara Merah

Anna menunjuk buah yang memiliki sisik seperti duri-duri dan ekor yang tajam. "Ini buah nanas si Madu khas Jalan Cagak Subang. Rasanya sangat manis, asam dan segar. Kalau ini, pisang emas dan raja, ini buah rambutan dan manggis." "Kalau itu?" "Itu singkong dan ubi jalar, ubi rambat, dan talas. Biasanya dikukus dan dibakar. Namun, juga bisa digunakan bahan membuat cake dan camilan ringan. Mengandung pati cukup tinggi." Seseorang yang menggunakan bahasa Belanda menjelaskan dengan elegan. Anna menoleh. Matanya terbelalak menangkap sesosok pemuda pribumi berpakaian terpelajar, berwajah manis, bertubuh tegap. Sangat jarang Anna melihat pemuda asal pribumi yang memiliki postur bagus dan wajah bers
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
MAMA PENGGANTI

MAMA PENGGANTI

Tak lupa pula Neta menyiapkan potongan aple untuk camilan Sam malam ini, siapa tahu anaknya juga laper tengah malem. “ini Mama bawain juga potongan aple buat cemilan siapa tahu kamu lapar. Sekarang kamu naik ke kamar, terus makan aple sama minum air, abis itu gosok gigi terus tidur! Inget besuk kamu UTS, jangan sampe telat” Neta memperingati Sam, soalnya kalau musim ujian gini tu Sam pasti telat, entah bangun kesiangan lah, nyari kartu ujian lah dan serangkaian ketidak siapan Sam dalam menghadapi ujian sekolah. “Gue nggak mau naik sebelum loe jawab pertanyaan gue”
9.37.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
Putra Tersembunyi sang Presdir Mandul

Putra Tersembunyi sang Presdir Mandul

tanya Kamila takjub pada hidangan yang tersedia. Ada roti bakar, tumpukan pancake dengan selai strawberry. Ada juga nasi goreng lengkap dengan telur ceplok serta ayam goreng. "Maaf, Bu. Bunga nggak tahu apa yang Ibu dan Bapak makan saat sarapan. Jadi, Bunga memanfaatkan apa yang ada di kulkas." "Eh, kok manggil Ibu lagi. Panggil Mama. Kamu itu menantu Mama. Oke," perintah Kamila. Matanya berbinar bahagia melihat semua hidangan di meja makan.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
Antara Misi Dan Hati

Antara Misi Dan Hati

Daniel mengulurkan tangan, tapi Reina buru-buru menahannya. “Tunggu,” katanya, mengambil beberapa buah dan mengamati isinya. Setelah memastikan aman, barulah ia mengangguk. “Ini bisa dimakan.” Mereka memetik sebanyak mungkin, mengisi saku dan genggaman mereka sebelum kembali ke tempat persembunyian. Setibanya di sana, Malik, Tio, dan Adit langsung menyambar buah yang mereka bawa, mengunyah dengan rakus meski rasanya asam.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
Menikah Dadakan dengan Mantan Crush

Menikah Dadakan dengan Mantan Crush

Dia sama sekali belum tahu apa makanan yang bisa Kalila makan atau tidak. “Aku nggak suka banyak hal sih. Pada dasarnya emang nggak suka makan. Bentar aku ngambil buah potong dulu.” Kalila pergi mengambil buah potong yang sebelumnya dipotong oleh Johan. Johan melirik buah potong yang dia kerjakan kemarin. Kalila tidak mengambil semuanya. Dia hanya mengambil buah naga saja. “Jangan bilang kamu juga nggak terlalu suka buah?”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

jawab Jihye sesopan dan selembut mungkin. Masih dengan tatapan dingin dan tajam, wanita paruh baya itu melewati Jihye menuju dapur, dan baru saja gadis itu membalikkan badan untuk melangkah. Terdengar teriakan Minkyung. "Astaga, jeruk macam apa ini! Buang! Kita tidak biasa memakan buah-buahan yang dibeli di sembarang tempat." "Baik Nyonya," jawab salah satu pegawai yang tadi berbicara dengan Jihye.
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

23. SEMANGKUK KELAPA PARUT UNTUK LAUK NASI Firasat Buruk Penulis : Lusia Sudarti Part 23 "Mama masak apa?" tanyanya. "Masak sayur bening bayam, sambal ulek sama tempe goreng," "Heem mantap itu, ya udah Papa mandi dulu ya!" ia bangkit untuk mandi. Aku menyiapkan semua untuk makan Suamiku setelah mandi.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
Saat Istri Memilih Pergi

Saat Istri Memilih Pergi

"Iya, Mbok." Hampir setengah hari perut Kamila belum terisi, karena sedari pagi perutnya agak tak enak. Namun saat ini ia mengingginkan sayur asam juga bakwan jagung. Kamila turun dan mendekati meja makan. Lalu mengambil nasi serta sayur dan bakwan jagung. Juga sambal tomat. Diam Kamila menikmati makanan ditemani oleh Alifa dan sang suami, sementara ada suara dari luar sepertinya Bu Harun yang datang.
1059.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
Jodoh Tenggat Waktu

Jodoh Tenggat Waktu

pamitnya meninggalkan Aluna. Aluna memutar kursinya. Dia menatap punggung lebar Bima yang tertelan pintu. Lalu perempuan itu menatap nampan berisi salad buah yang begitu ajaib karena berisi banyak apel. Apa selain mengetahui pekerjaan Aluna, Bima juga mengetahui bahwa apel adalah buah kesukaannya? "Enggak ada racunnya, kan?" gumam Aluna menusuk satu potongan apel berlumur keju dan mayonaise sebelum memasukannya ke mulut.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 351 kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)

The Hottest Desire (Bahasa Indonesia)

Makaila tampak mengunyah buah apel yang sudah dipotong oleh ibunya dengan lahap. Apel memang salah satu buah yang disukai oleh Makaila. Karena itulah, Makaila sama sekali tidak akan mengabaikan potongan buah apel yang sudah dipotong dengan baik oleh ibunya. Apalagi, kini Edelia memotong buah apel merah dan hijau dengan bentuk yang lucu. Sebab itulah, nafsu makan Makaila meningkat dengan baik. Edelia yang melihat hal itu tidak bisa menahan diri untuk tersenyum dan mengusap puncak kepala putrinya dengan lembut.
10100.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.5K kali sebagai bagaikan makan buah simalakama
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status