AMALIA, Kesetiaanku Diragukan
Satria memang tertidur, begitu juga Saka yang lelap di dekapan ayahnya.
Kanaya tersenyum. “Iya, Pak ... sudah dekat ya?”
“Itu depan, jalan masuknya agak ... gronjal, eh, maksud saya ... apa ya, bahasa Indonesianya—”
“Jalannya enggak rata, Pak?”
“Iya, bisa bahasa Jawa, to?”
Kanaya mengangguk. Ia menoleh ke samping, mengelus lembut pipi Satria, menyapukan ibu jarinya ke cuping telinga sang suami dua kali.
Capítulos em Alta