Candu Dekapan Kakak Ipar
“Dari waktu kita di Paris, Djiwa nanya, Mas selalu rahasiain sampe sekarang.”
Radja mengangguk kecil, pasrah. “Oke, oke. Saya beritahu sekarang. Biar baju-baju itu bisa langsung dikirim ke tukang jahit dan dibordir namanya.”
“Karena anak kita kembar,” lanjutnya pelan, “Jadi tidak akan tertukar.”
“Oke!” jawab Djiwa ceria, matanya berbinar penuh antusias.