Kehidupan Setelah Perpisahan
Ia terdiam sejenak, lalu berkata lirih tapi jelas, “Ma… ini baju umur satu tahun.”
Endang menoleh tajam, terkejut. “Apa?” Dinda menunjukkan labelnya, “Ini, Ma. Satu tahun. Yang ini juga. Ini malah dua belas sampai delapan belas bulan.”
Endang menepuk dahinya sendiri, rasa frustasi mulai menyelimuti pikirannya. “Astaghfirullah…” Ia duduk di sofa dengan napas berat, seolah semua beban dunia menimpanya. “Sepertinya si kembar nggak perlu beli baju lagi selama setahun ini,” ujarnya dengan nada penuh keputusasaan.
Bab Populer