Candu Dekapan Kakak Ipar
Djiwa tersentak kecil, lalu menoleh.
“Mas ….” senyum tipis terulas di wajahnya, hangat—meski terlihat lelah.
Pandangan Radja langsung jatuh pada pakaian-pakaian kecil di tangannya, lalu bergeser ke deretan paper bag di lantai—Gucci, Dior, dan beberapa brand lainnya.
“Itu … baju bayi?” tanyanya pelan. “Punya siapa?”
Djiwa mengangguk lembut. “Punya Sankara, Mas. Dari Mami.”