Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan untuk Mantan

Pembalasan untuk Mantan

"Halo … Nona. Kamu baik-baik saja?" "Hah? Iya … baik-baik, Oppa." Si pria menautkan alisnya. "Eermm … Nona?" Dia menjentikkan jarinya lagi. "Maaf, kamu udah bisa bagun?” "Haah. Ma–maaf." Dianara segera menegakkan badannya kembali, terlihat salah tingkah.
101.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Pembalasan Anak Laki-lakiku

Pembalasan Anak Laki-lakiku

Pembalasan Anak Laki-lakiku Part 33 POV Aini Tidak ada lagi balasan dari Mas Rahman setelah aku membalas pesannya tadi. Hanya centang dua biru, itu artinya dia sudah membaca pesan dariku. Aku memang lemah, Mas. Tapi maaf, jika urusan anak aku akan berusaha bersikap tegas. Aku tidak akan membiarkan anakku masuk ke dalam neraka wanita itu.
1019.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 493 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Moonlight Kiss

Moonlight Kiss

“Baiklah. Kalau begitu aku tidak memerlukan lagi bantuanmu!” “Bila demikian aku akan memasuki mode stand by, Nona!” Ya terserahlah. Mau memasuki mode shut down selamanya pun tak apa dasar A.I. sial. Ujarku dalam hati. “Nona?” Melihatku tak merespon si AI bertanya lagi. “Apa lagi? Ya ya silakan memasuki mode stand bymu!” ujarku sekenanya. “Selamat tinggal, Nona,” ujar Nana masih dengan senyum sama yang sekarang membuatku mual.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia

Prajurit Khusus Terkuat Di Dunia

jawab Wan Dahai tegas. “Tidak bisa begitu, aku akan mengembalikannya sekarang—” Wan Dahai mengangkat tangan. “Nak Brian, jika kamu mengembalikannya, itu sama saja kamu menolak rasa terima kasihku.” “Tapi ini terlalu banyak!” ucap Brian Won sedikit meninggi. Wan Dahai menggeleng tenang. “Hanya seratus juta. Jumlah itu masih belum cukup untuk membalas kebaikanmu kepada Juna dan Vivi. Jika kamu menolaknya, aku akan mengirim lebih banyak lagi.”
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Dewa Beladiri Menuntut Balas

Dewa Beladiri Menuntut Balas

Dia menoleh ke Kevin di barisan belakang dengan tatapan yang mengatakan bahwa dia sudah mengerti situasinya, bahwa tidak ada gunanya melanjutkan ini, dan bahwa kekecewaan ini bisa ditangani nanti di luar. Kevin menatap layar laptop di tangannya sebentar. "Tunggu dulu," katanya kepada Victoria. Victoria memandanginya. Kevin tidak menjelaskan lebih lanjut. Jarinya sudah bergerak di atas layar dengan cara yang sudah sangat dikenalnya, membuka beberapa aplikasi sekaligus, mengetikkan sesuatu di dua platform berbeda secara bergantian. Di satu platform dia mengirimkan rekomendasi singkat yang akan dibaca oleh ribuan pelaku pasar dalam hitungan menit. Di platform lain dia mengirimkan pesan langsung
385 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Setelah merasa tenang, ia bergegas mengetik balasan untuk Santoso. ‘Selamat siang juga, Mas Santoso. Mas Santoso yang ngobrol sama Sari di rumah makan ayam bakar itu ya? Sebenarnya nomor saya hanya untuk suami saya, tapi karena sudah terlanjur kalau memang mau menyimpanya silahkan saja,’ tulis Wulan sembari menambahkan emoji wajah kuning bermuka kemerahan di belakang pesan itu.
187 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Bakti Seorang Menantu

Bakti Seorang Menantu

Tak lupa aku bubuhkan beberapa emot tangan tertangkup di akhir kalimat. Tak selang berapa lama, muncul notifikasi bahwa ada pesan Wa masuk. {Nggak kok, La. Bukan masalah itu, ini masalah lain lagi} balasnya. Aku tak membacanya. Rasa sakit hati setelah membaca statusnya Novi kini seakan menjalar dalam segala arah membuatku badmood seketika.
9.626.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Suamiku Jadul

Suamiku Jadul

(Buaya itu teman-teman satu partai yang terus merongrong) (Oh, aku harus balas apa ini) (Tapi ini ada juga chat Bupati, udah kubalas) ("Screenshot ) (Oh, tidak) Akhirnya kubalas juga pesan' dari ibu dewan tersebut. (Ibu tidak butuh belaia, ibu punya dua tangannya dan dua kaki, juga punya otak, singkirkan ular, jauhi buaya, naiklah, bersihkan badan, bersihkan hati) Begitu kubalas, entah kenapa aku sampai mau mikirkan balasan ini, butuh lima belas meniti aku memikirkan dan mengetik balasan tersebut. "Assalamualaikum," terdengar salam di pintu. Ternyata Wak Haji yang datang beserta dua orang temannya. "Ada yang bisa saya bantu, Wak Haji," kataku kemudian. "Ini, urus dulu akte jual beli rumahku
9.8582.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21.0K kali sebagai balasan wo ai ni
Tampilkan Ulasan (66)
Baca
+Pustaka
Kiki Sulandari
Bang Parlin & Nia,,,.becandanya bikin ngakak......... Jadi disangka ada affair antara istri majikan & supirnya......... 2 orang saudara laki laki Nia aji mumpung,...bukannya kerja,malah mau porotin uang Parlin... Nia mau melahirkan ,Parlin panik...ada mobil pribadi,malah naik becak ke rumah sakit.........
Larose
suka sama ceritanya,ttg kehidupan sehari² yg bisa diambil pelajarannya dgn segala kelebihan dan kekurangan mereka,walaupun g yakin jg didunia nyata akan ada orang sepositif keluarga ParliNia,komennya jg bikin ngakak krn terbagi menjadi 2 kubu hahaha,good job Thor buat ceritanya ......🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Pendekar Kembara Semesta Seri 2

Pendekar Kembara Semesta Seri 2

kata Wandagni kepada Ayumanis. “Tidak apa-apa, Wandagni,” Ayumanis menanggapi permintaan maaf ana buahnya yang setia itu. “Kalau aku berada dalam posisimu, mungkin malah sudah kurobek mulutnya yang asal ngomong itu.”
1012.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 429 kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
BALASAN UNTUK SUAMIKU

BALASAN UNTUK SUAMIKU

] Dinda mengirimkan sebuah pesan lewat W******p pada Umi Aisah. [W*'alaikumussalam, kami semua sangat menunggumu. Mau di siapkan makanan apa, Nak?] Tak sampai satu menit Umi sudah mengirimkan pesan balasan untuk putri pertamanya itu. [Tidak perlu, Umi jangan capek-capek! Dinda nggak mau Umi sakit.]
9.8189.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai balasan wo ai ni
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status