Genius Liar
“Pertemuan kami semalam bisa dikatakan sebagai ucapan perpisahan. Raefal pernah berjanji pada saya akan memberikan saya hadiah ulangtahun. Karena penasaran dengan hadiahnya, saya nekad datang ke Bali.”
Dia menyodorkan sebuah kertas yang ku ketahui sebagai tiket pesawat. Aku mengambilnya dan membaca isinya.
“Itu tiket pesawat saya. Minggu pagi saya berangkat ke Bali dan malamnya janjian bertemu dengan Raefal. Dia sendiri kaget saat saya memberitahu saya datang ke Bali.”
Dia tidak bohong, tanggal yang tertera dalam tiket ini memang penerbangan dari Bandung menuju Bali hari minggu pagi, tanggal kemarin tepatnya.