Pembantu Rahasia Sang Rektor
Seperti sedang berpikir dan membuat Bara gemas dengan tingkahnya itu.
"Kayaknya gak boleh sama Mama, Pa." Bibir Bima mengerucut, tampak sedikit kesal.
"Kenapa gak boleh?" Bara mengerutkan kening, merasa aneh dengan jawaban Bima.
Bima meletakkan mainannya sembarangan lalu ia duduk dipangkuan Bara yang sedang duduk bersila. "Kata Mama, mobil Bima yang itu," tunjuk Bima pada mobil-mobilan yang baru saja ditaruhnya tadi. "Mobil itu harganya sangat mahal." Tangan Bima bergerak di udara membentuk huruf o yang besar, seolah menggambarkan betapa banyaknya uang itu. "Makanya sampai Bima besar, tidak boleh beli lagi mainan karena semua uangnya sudah habis buat beli mobil itu, Pa."
Hot Chapters