Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENIKAHI MANTAN SUAMI

MENIKAHI MANTAN SUAMI

“Ceraikan aku, Sakha. Aku mohon. Aku mencintai kamu sampai rasanya sakit. Ini terlalu sakit, Sakha. Aku nggak bisa melakukannya lagi. Aku nggak bisa lagi menjadi istri kamu dengan menanggung rasa sakit ini.” – Tabitha Pararagil “Aku melepaskanmu bukan karena aku nggak mencintai kamu lagi, Tabitha, tapi karena aku nggak mau kamu menderita. Kamu harus janji sama aku, Bee. Kalau kamu akan hidup lebih bahagia walau tanpa ada aku, supaya aku bisa merelakanmu pergi.” – Reksi Sakha Ramadhan . . Semua tidak lagi sama ketika rasa percaya dan rasa cinta Tabitha terhadap Sakha sudah tidak lagi bisa membuatnya tinggal. Melepaskan adalah satu-satunya jalan yang terpaksa ia pilih. Pilihan Tabitha mengantarkannya pada kehidupan yang hambar dan membosankan. Setelah bercerai dari Sakha, Tabitha tak lagi bergairah menjalani hidup dan seperti hilang arah. Tabitha membenci hidupnya sendiri. Keadaan Sakha pun tak jauh berbeda. Meski kelihatan baik-baik saja, kehidupan Sakha setelah bercerai pun tak lebih baik ketimbang Tabitha. Lalu, pada suatu waktu, semesta kembali mempertemukan dua hati yang patah. Dan mengikat mereka dalam takdir yang belum usai. Benang-benang merah masalah yang menyebabkan perceraian Sakha dan Tabitha mulai terurai satu per satu.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 371 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

Meski Cinta Telah Pudar, Bintang Tetap Bersinar

"Kontraknya akan berakhir dalam setengah bulan. Aku rencana mau cerai sama Leonard." Saat berkata begitu, Liana menonton video di tabletnya yang telah diputar ratusan kali. Dalam video itu, suaminya menatap kekasih masa kecilnya dan berkata dengan penuh perasaan, "Emily, aku masih belum bisa lupakan kamu. Kembali ke sisiku, ya?" Kemudian, Leonard Hadinata mencium bibir merah Emily. Sementara itu, Kai Hadinata, putra yang telah dikandung Liana selama sembilan bulan dan dilahirkannya dengan mempertaruhkan nyawanya, berseru lantang, "Papa, aku mau Bibi Emily jadi mamaku!" Tekad Liana untuk pergi pun menjadi makin kuat. Di ujung telepon, Melisa, ibunya Leonard terdiam sejenak. Kemudian, dia menasihati Liana untuk berpikir matang-matang. "Kamu harus pertimbangkan baik-baik. Kalau cerai, kamu bukan cuma harus tinggalkan pekerjaanmu saat ini. Karena ada kontrak itu, kamu bahkan nggak akan kebagian banyak harta." Liana menjawab tanpa ragu, "Emm. Berhubung akta nikah itu palsu, aku pasti akan pergi tanpa ambil sepeser pun. Jangan khawatir." Melisa mencoba membujuknya untuk tetap tinggal, "Kalau bersikeras mau cerai, kamu pasti nggak akan dapatkan hak asuh anak. Kamu rela untuk pisah sama anakmu?"
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Cinta Pertama Membayangi Pernikahan

Cinta Pertama Membayangi Pernikahan

Di usia 20 tahun, Elora menikah dengan sahabat lama ayahnya, Rezie. Pria itu delapan tahun lebih tua darinya dan dikenal sebagai sosok dingin seperti raja neraka di kalangan mereka. Di dunia bisnis, caranya menangani masalah sangat kejam dan tegas. Dia juga tidak pernah dekat dengan wanita. Namun entah mengapa, pria itu begitu lembut terhadap dirinya sampai sulit dipercaya. Hanya karena Elora pernah berkata "kalung itu bagus", keesokan harinya Rezie langsung menyuruh orang mengantarkan perhiasan bernilai ratusan puluhan miliar itu ke tangannya. Saat Elora kesakitan karena datang bulan hingga meringkuk di atas ranjang, Rezie rela menunda proyek bernilai ratusan miliar, lalu memasakkan teh jahe gula merah sendiri untuk Elora dan menyuapinya sedikit demi sedikit sambil membujuknya agar minum. Di tengak puncak kenikmatan, Rezie akan mencengkeram pinggangnya, lalu memanggilnya "sayang" dengan suara rendah yang serak. Dia juga mengatakan Elora patuh dan membuatnya ketagihan. Bahkan, semua akun media sosialnya pun memakai nama "Für Elise". Elora selalu mengira nama itu adalah untuk mengenang lagu yang dimainkan Elora saat pertemuan pertama mereka dulu. Sampai suatu hari, dia menemukan sebuah album foto lama di ruang kerja pria itu.
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
THE ISLAND : I'M IN LOVE

THE ISLAND : I'M IN LOVE

Mira, Sera, dan Lia, ketiga gadis cantik yang baru saja lulus dari bangku kuliah dan telah diwisuda di sebuah universitas ternama di Jakarta. Ingin merayakan kelulusan mereka dengan bertualang di laut. Ketiganya telah menyewa sebuah kapal kecil untuk membawa mereka berkeliling perairan laut mengarungi samudera biru. Namun disaat ketiganya sedang asyik berlayar dan menikmati keindahan lautan di perairan Indonesia. Tiba-tiba saja cuaca yang tadinya cerah seketika menjadi gelap. Angin kencang mulai memainkan perannya. Gelombang laut pun mulai pasang. Sekoci kapal yang mereka sewa juga rusak. Yang membuat kapal mereka terombang-ambing di lautan luas. Setelah beberapa hari melayang-layang di atas lautan biru, ternyata ada kapal lain yang juga mengalami nasib yang sama dengan mereka. Di dalam kapal itu ada tiga orang pria bernama Edu, Hezki, dan Ronald. Kondisi kapal Lia, Mira, dan Sera telah bocor karena terkena batu karang yang keras. Membuat mereka harus pindah ke atas kapal yang ada tiga orang pria tadi. Beruntungnya, kehadiran ketiga gadis itu disambut baik oleh para pria tersebut. Akankah keenam orang itu dapat selamat dari amukan lautan bebas itu? Dapatkah mereka bertahan hidup selama berada di atas samudera yang luas? Mungkinkah mereka akan menemukan daratan? Ataukah kapal mereka akan tenggelam? Plagiarisme melanggar undang-undang hak cipta nomor 28 tahun 2014.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Karena satu kalimat yang terucap setelah pacarnya demam, Keisha berlutut menaiki 999 anak tangga di Gunung Forel demi memohon sebuah jimat keselamatan yang diyakini bisa mengusir segala bencana untuknya. Tanpa peduli lututnya yang lecet hingga berdarah karena gesekan dengan batu, dia tetap membawa jimat itu dan bergegas kembali ke rumah sakit sepanjang malam. Namun, sebelum sempat melangkah masuk ke ruang rawat, dia sudah mendengar suara tawa terbahak-bahak dari dalam. "Memang kamu yang paling jago, Kak Presley. Cuma asal bicara kalau jimat keselamatan bisa mengusir bencana, Keisha si bodoh itu benar-benar pergi berlutut!" "Semua prosesnya sudah kuabadikan dengan drone. Ckckck ... punggung Keisha yang teguh itu bahkan membuatku terharu. Kalau digunakan untuk menipu orang tuamu, pasti nggak akan ada masalah!" Di dalam ruangan, Presley yang semula bersandar di ranjang rumah sakit, langsung duduk tegak. Dia menerima ponsel itu dan menontonnya dengan saksama. Sepasang matanya yang dalam menatap layar tanpa berkedip. Mendengar suara kening membentur anak tangga yang tercampur dengan derai hujan dalam video itu, kedua kaki Keisha bergetar tanpa kendali. Napasnya terengah. Dia menatap ke arah sekelompok orang di dalam ruangan itu melalui celah pintu dengan ekspresi tak percaya.
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Bukan Bonekamu Lagi

Bukan Bonekamu Lagi

Malam ketika Adriel diangkat menjadi bos Keluarga Mahendra, aku memberinya keperawananku. Dia adalah pewaris yang sudah dijodohkan denganku bahkan sebelum aku bisa bicara. Kami berciuman di depan jendela besar yang menjulang dari lantai sampai langit-langit, tubuh kami saling terjerat dalam panas lembap senja itu. Sentuhannya yang kasar dan tergesa-gesa membuatku sakit, tapi aku tidak menjauh. Bahkan rasa sakit itu terasa suci, seperti pengorbanan yang rela aku lakukan demi cinta. Tenggelam dalam panasnya momen itu, dia berjanji akan memberiku sepasang sepatu kristal paling indah, supaya aku bisa berdansa waltz pembuka bersamanya di upacara penobatannya keesokan hari. Tarian pertama selalu dipersembahkan untuk bos baru dan calon pengantinnya. Aku menangis bahagia, yakin bahwa tahun-tahun penantian diam-diamku akhirnya akan berakhir seperti dongeng. Tapi aku salah. Teramat salah. Keesokan paginya, aku memaksa tubuhku yang masih nyeri untuk keluar membeli ekspresso kesukaannya. Saat aku kembali, aku mendengar para lelaki bercanda. "Jadi kamu akhirnya tidur dengannya? Bagaimana rasanya bersama Vivian di malam pertamamu sebagai bos?" Suara Adriel terdengar malas penuh ejekan. "Wajahnya seperti malaikat, tubuhnya seperti iblis. Di ranjang, dia benar-benar seperti ular kecil yang menggoda." Ruangan itu langsung riuh oleh siulan-siulan genit. "Jadi, kamu benar-benar akan menikahinya, Bos Muda?" "Serius kamu pikir begitu?" Adriel mencibir. "Vivian cuma pemanasan. Setelah aku cukup berlatih, aku akan menaklukkan si putri es Keluarga Santoso. Kalau nanti aku bosan, aku selalu bisa kembali padanya dan menikahinya." Aku berdiri terpaku di ambang pintu, pandanganku mulai kabur, cangkir kopi di tanganku bergetar. Sebelum dunia gelap di mataku, aku sempat mengirim pesan sandi untuk Bos Indra Wijaya. [Om Indra, untuk promosi yang akan berlangsung tiga hari lagi, tolong pindahkan aku. Sejauh mungkin dari Adriel.]
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
THE ODD EYE HAS FALLEN

THE ODD EYE HAS FALLEN

Melodearose
Yoon Haejin masih mengingat dengan jelas peristiwa yang terjadi 3 tahun lalu, ketika ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sang ibu tewas dengan sadisnya akibat oleh makhluk mengerikan bermata merah yang sering disebut sebagai vampir. Mereka adalah makhluk yang masih diragukan keberadaannya dan Haejin sama sekali tidak ingin mempercayai keberadaan mereka. Namun, keinginannya untuk membalaskan kematian sang ibu menjadikannya mau tak mau harus menemukan jejak para vampir yang ada di Korea Selatan. Sampai akhirnya ia bertemu dengan Park Sunghwa, lelaki buta yang juga memperkenalkan diri dengan suka rela di depan Haejin sebagai vampir odd eye berkekuatan luar biasa. Pertemuannya dengan Sunghwa yang sempat diawali dengan kecurigaan, pada akhirnya membuat Haejin mau tak mau mengesampingkan keraguannya ketika Sunghwa memintanya untuk bekerja sama dengan jaminan—Sunghwa akan membunuh vampir yang sudah membunuh ibu Haejin. Haejin dan Sunghwa menjadi rekan, tetapi apakah itu baik-baik saja untuk bekerja sama dengan makhluk yang sejenis dengan pembunuh Haejin? Benarkah Sunghwa ingin membantu Haejin demi alasan yang bisa dibilang sepele itu? Apa ada yang disembunyikan darinya?
9.84.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Bismillahmu Bukan Untuk Aku

Yuniar Putri
Faranisa Cantika adalah seorang perempuan yang ulet dan cerdas. Sesuai makna namanya, Faranisa memiliki karakter kuat sebagai perempuan yang terampil. Perempuan yang biasa dipanggil Nisa itu juga merupakan gadis yang selalu riang. Namun, kehidupannya mendadak jungkir balik ketika ia mulai menaruh rasa pada salah satu rekan kerjanya, Ahmad Tarek Bahrudin Mahadi. Berada di lingkungan kerja baru merupakan tantangan buat Nisa. Ia harus mampu beradaptasi dengan lingkungan pondok pesantren yang benar-benar asing untuknya. Nisa lahir dan besar dalam keluaga yang tak terlalu keras dalam hal spritual. Memang ketika setelah lulus sekolah dasar, ia sempat masuk Madrasah Tsanawiyah, namun tentu saja lingkungan pondok sangat berbeda. Apalagi Nisa saat ini menjadi guru, tentu saja ia harus mampu menjadi referensi sosial untuk muridnya. Kehidupan Nisa yang berat mendapat hawa segar ketika ia menyadari pesona seorang lelaki berkacamata yang biasa disapa dengan Kang Bahrudin. Lelaki itu berparas manis, cerdas, dan sangat humoris. Sayangnya kisah cinta Nisa tak semudah drama Korea. Ia harus melewati banyak hal untuk mengetuk pintu hati lelaki dambaannya. Intrik, fitnah, dan air mata akan mewarnai sepak terjang Nisa dalam memperjuangkan perasaannya terhadap Bahrudin. Sementara Bahrudin seperti batu yang keras, tak bergerak dan terkikis sedikitpun oleh perjuangan Nisa. Ia bahkan cenderung anti pati terhadap Nisa.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya

Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya

Suamiku, Vincent Cornela adalah seorang bos mafia, dia diserang dalam sebuah transaksi. Begitu bangun, dia ingat semua orang, kecuali diriku. Di depan anak buahnya, dia mengumumkan bahwa Angela adalah nyonya yang baru dan memberinya posisi sebagai ahli mekanik presisi. Namun, tanpa sengaja aku mendengar percakapan mesra mereka di gudang senjata, “Kamu meminjamkan identitas nyonya padaku selama tujuh hari. Selama tujuh hari itu, aku boleh melakukan apa saja pada tubuhmu, ‘kan? “Tentu saja! Aku pura-pura amnesia hanya untuk membuatmu senang.” Aku bersembunyi di balik bayangan, kukuku menusuk telapak tangan. Aku memilih untuk tak membongkar kebohongannya. Keesokan harinya di pertemuan keluarga, Vincent merenggut paksa cincin batu hitam dari jariku. Dia membentak, menyatakan bahwa Angela adalah nyonya satu-satunya. Lalu mengusirku dari Napol dan menuntutku menyerahkan semua gambar desain senjata. Semua anak buahnya menatapku, menunggu perlawananku. Namun, aku diam saja. Detik itu juga, aku mengajukan pengunduran diri dan gugatan cerai. Vincent tak tahu bahwa hanya aku yang paham tentang teknologi perakitan senjata model baru itu dan batas waktu pengirimannya hanya tersisa tujuh hari. Tujuh hari kemudian, saat pengiriman barangnya bermasalah dan posisi keluarganya terancam hancur, aku sudah menghilang sepenuhnya. Saat kami bertemu lagi, Vincent dengan panik mencengkeram tanganku dan bertanya, “Valen, kamu ke mana saja? Kok kamu meninggalkanku?” Aku berpura-pura bingung dan bertanya, “Maaf tuan, kamu siapa? Kita kenal?”
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Menyelusuri Jalan Hidupku

Menyelusuri Jalan Hidupku

Saat aku hamil delapan bulan, suamiku yang bekerja sebagai polisi inspeksi akhirnya sempat meluangkan waktu, untuk pertama kalinya menemaniku ke rumah sakit menjalani pemeriksaan kehamilan. Namun baru saja melangkah masuk ke rumah sakit, ponsel satelit terenkripsi miliknya tiba-tiba berdering darurat. Nama penelepon hanya sempat melintas sekilas, tetapi suamiku yang biasanya tenang justru segera panik. "Sayang, ada pemberitahuan merah darurat, ada buronan internasional masuk ke wilayah kita lagi, aku ... maaf ...." Dia sangat cemas, sikapnya penuh dominasi seperti seorang atasan yang tak bisa ditolak. Setelah buru-buru meminta maaf, dia pun segera pergi. Aku menatap tajam mobil off-roadnya yang melesat pergi, sementara lembaran hasil tes kehamilan di tanganku sudah kuremas hingga kusut. Dengan perut besar, aku menghentikan sebuah taksi dan cepat berkata, "Pak, ikuti mobil di depan itu." Heh, buronan tingkat tinggi? Bohongnya benar-benar terdengar konyol. Bahkan Badan Keamanan Nasional milik ayahku saja tidak menerima pemberitahuan, dia yang hanya petugas inspeksi pendamping, mana mungkin punya 'buronan' sepenting itu untuk dikejar? Aku ingin melihat sendiri, sebenarnya 'atasan' macam apa, yang begitu tergesa-gesa memberinya 'perintah'.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai batu kristal merah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
3233343536
...
40
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status