Beauty Lies in the Eyes
Tangannya sudah meraih gagang belati di pinggangnya.
Zhaoyang memperlambat langkah kudanya, matanya menyipit, mencari sumber ancaman. "Bersiaplah," perintahnya dingin, "dia ada di sini."
Dari balik pepohonan, pria misterius kembali muncul, disertai burung gagak yang bertengger di bahunya. Di belakangnya, mayat wanita tua yang tadi dibawa kini bergerak dengan gerakan patah-patah, seperti boneka mati yang dikendalikan. Mata mayat itu memancarkan cahaya merah jahat, tak lagi hidup, namun penuh kebencian yang murni.
Bab Populer