Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

Dikira Konglomerat, Rupanya Melarat

“By the way gue mau nanya.” “Apa?” “Si cowok maniak itu mobilnya BMW, warna dark blue or something?” tanya Olin menggerakkan tangannya. Bak mentalist yang sedang menerka angka dalam kartu di acara-acara sulap. “Iya.” Tanpa menaruh curiga, Cantika menjawab langsung. “Cowok bule, tinggi, sixpack, super hot?” Kebingungan Cantika pun semakin pekat ketika Olin mendeskripsikan ciri-ciri Ben secara rinci. “Iya ... tapi kok lo tau, Lin?”
109.2K viewsOngoingAdded to Library 341 Times as benci
Read
+Library
Pekik Ketakutan

Pekik Ketakutan

Beceng G2 Elite kaliber 9 mm. “Kyaaa!” jerit orang-orang terkaget. Tukang siomai langsung mereka jadikan tameng sambil mundur perlahan. Orang-orang di sekitar juga kocar-kacir mencari aman. Namun Beni berbeda dengan yang lain. Ia keluar dari got dan dengan gagah menghadang beceng itu. “Ayo shoot!” tantang Beni. Beni melirik Linda dan memberikan senyuman. Ia merasa keren sekali melakukan adegan ini di depannya. Serasa jadi superhero.
106.4K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as benci
Read
+Library
Owned by The Don

Owned by The Don

Hanya keheningan yang menyesakkan, seolah Bartoli dengan sengaja menciptakan suasana ini untuk menekan lawannya. Di dalam ruangan bergaya Renaisans yang penuh lukisan tua, Bartoli Vincenze berdiri angkuh di depan perapian. Jas hitamnya rapi, wajahnya dihiasi senyum tipis yang menyiratkan kesombongan. “Lucca Vincenze,” sapanya datar, seolah nama itu hanya sekadar gema masa lalu. Lucca maju selangkah. “Di mana Bianca?” tanyanya tegas, tanpa basa-basi.
1.0K viewsCompletedAdded to Library 28 Times as benci
Read
+Library
BATARI

BATARI

Victor benci melihat ada predator lain yang berani mengendus wilayah yang sudah ia tandai, terutama seseorang serendah Sony. "Aku memang suka yang serius, Sony," bisik Batari, matanya yang tajam mengunci mata pria itu selama satu detik yang mematikan, sembari menyadari bahwa Victor sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. "Karena menurutku, hal-hal yang dilakukan dengan setengah hati itu... tidak akan pernah memuaskan."
10578 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as benci
Read
+Library
BETVIEL

BETVIEL

"Ada banyak hal yang anda maksud. Jadi, tepatnya apa?" "Fo ... Fo ... Foun ... Fountain? Foundry? Foun ... Apa sebenarnya nama benda itu?!" Tiba-tiba Rezvan jadi marah-marah sendiri. Kenan jadi bingung. Mengapa lelaki itu cepat sekali kesal? "Maksud anda foundation, Pak?" Rezvan menjentikkan dua jarinya. "Iya, itu! Susah sekali menyebutkannya."
2.2K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as benci
Read
+Library
ALVAREZ

ALVAREZ

bentar lg masuk kali2 jangan telat Abang Archie idih tumben banget rabies ya lu btw gue lg nongkrong di toilet berak duls in the ✨morning✨ Sanchez Kenzo berak bagaikan absen ya bun Demeus Alvarez sabar pan w lagi di markojek otw Ray bukan rey @Demeus Alvarez sekalian bayarin utang marimas gue ke bang jek dong al😻 Demeus Alvarez iya Ray bukan rey ini baru bespren Sanchez Kenzo ngomong2 kalian mau liat alis gua ga? read by 6 Sanchez Kenzo HEH DIBACA DOANG s i a l a n🖕🖕🖕 ⛓⛓⛓
109.4K viewsOngoingAdded to Library 308 Times as benci
Read
+Library
Vila Melati

Vila Melati

tanyanya setelah aku duduk. "Hal mistis?" jawabku pura-pura mengembalikan pertanyaan seraya menatap mata Atika. Sebenarnya dengan melihat mata lawan bicara, aku sudah bisa membaca pikiran mereka. Dari situ kuketahui kalau Atika bukanlah seorang indigo. Ia tak punya mata batin. Dia adalah wanita materialistis yang gemar menggiring opini. "Iya. Alami hal mistis gak?" Ia mengulang tanya.
102.5K viewsCompletedAdded to Library 78 Times as benci
Read
+Library
Pena Ajaib

Pena Ajaib

tanya Bintang pada pemilik warung saat dirinya tidak melihat adanya Ocin “Toilet Den,” jawab bapak pemilik warung lantas kembali masuk ke dalam. “Cie... baru bertemu tadi pagi, sudah kangen saja sama si Babu,” ledek Toni. “Sembarangan! Gue takutnya dia balik lagi ke rumah atau nekat masuk kelas,” terka Bintang kemudian mulai menyantap sarapannya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as benci
Read
+Library
Setitik Hitam

Setitik Hitam

Yura mencurigai ada sesuatu tidak beres di balik kejadian 17 tahun yang lalu. Yura memarkirkan sepeda motornya tak jauh dari tempat tujuannya. Ia sudah berdiri di depan gerbang rumah Tisha, gadis remaja yang mengalami disabilitas autism. Dipandanginya rumah itu tampak sepi. Kemudian ia meraih besi pagar yang fungsinya untuk bel. Ia lalu menggoyang goyangkan besi itu sekali namun tidak ada orang yang keluar. Dua kali sampai berkali kali ia membunyikannya belum ada respon. Tiba tiba Tisha muncul keluar namun tetap berdiri di pekarangan rumahnya tidak menghampiri Yura. “Tidak ada orang! Jangan membunyikan bel!” teriak Tisha
1.8K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as benci
Read
+Library
Cinta karena benci

Cinta karena benci

32 Rafan [Gue mau versi cowoknya] 14.33 Sean Alexander [Terserah Lo] [Udah ah, Gue udah di panggil Bokap] 14.35 Rafan [Nanti Gue tagih. Awas aja Lo] 14.36 ***
103.1K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as benci
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status