Anak yang Kubenci
Benci, marah, sakit, geram, kesal, bercampur menjadi satu hingga menciptakan sesak menggumpal di dada.
Hingga Mas Aria keluar dari kamar mandi, aku masih dalam posisi yang sama, duduk diam dan menangis di bibir tempat tidur.
"Sudah lah, Rita ... Nggak usah dipikirin terlalu dalam. Besok kita bicarakan dengan Kayla," kata Mas Aria dengan melihatku sekilas.
"Aku harap Kayla tidak mau ikut Papanya walaupun sebentar, aku tidak rela," ucapku tanpa ekspresi.
Hot Chapters