Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BENALU

BENALU

tanyaku bingung melihat besanku menangis. “Itu, Jeng Intan, anu ...,” Next?
9.949.8K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as benci
Read
+Library
SI CULUN DAN PANGERAN KAMPUS

SI CULUN DAN PANGERAN KAMPUS

Suasana menjadi sepi tak ada yang berani bicara. Mentari melihat ke arah orang itu yang sedang berjalan dengan angkuhnya. Dia BENJI lebih tepatnya BENJI LAKSONO, orang yang paling di takuti di kampus ini. Ah ralat mungkin bukan di kampus ini saja tapi di mana pun dia berada. Mata tajam yang selalu mengintimidasi orang-orang yang melihatnya. Belum lagi tato yang memenuhi tubuhnya bahkan sampai ke lehernya.
9.7155.3K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as benci
Read
+Library
Mata Batin

Mata Batin

Ingin mencicipi manisnya madu yang belum tersentuh. "Argh!" Kain segitiga hitam di paksa di lepas dari sangkarnya. Memperlihatkan daging tembam penuh bulu hitam yang membuat pria berada di atasnya semakin ingin merasakan dan menghujat berkali-kali sampai datangnya sebuah cairan kental. "Aku akan bermain sangat pelan, Sayang." Mengusap pipi Fika pelan. Bugh!
1019.3K viewsCompletedAdded to Library 772 Times as benci
Read
+Library
Jangan Membenci Cinta

Jangan Membenci Cinta

Akbi tertawa hingga tergelak dan hal itu membuat kening Diana berkerut. Terdapat foto Verro sedang menarik tangan Bee dalam ponsel tersebut. “Siapa itu Bee?” tanya Beni penuh tanya. “Itu Verro, temen kuliahnya Bee ... anaknya salah satu petinggi di perusahaan Akbi, Pa ... tadi siang memang Akbi minta Verro temenin Bee ke mall untuk beli baju ... sabtu besok Akbi mau touring sedangkan Bee enggak punya celana jeans,” Akbi menjelaskan acuh tak acuh lalu melahap makan malamnya.
1054.6K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as benci
Read
+Library
Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

Istri Yang Kau Buang, Kini Jadi Nyonya Besar

Ia butuh sesuatu yang pahit untuk menelan kenyataan bahwa ia baru saja dikuliti secara psikologis oleh seorang Bianca. Di sudut bar, ia memesan kopi hitam pekat tanpa gula. Saat itulah, Beni masuk dan duduk di kursi sebelah tanpa undangan. Wajah Beni tampak kuyu. "Kau terlihat seperti orang yang baru saja melihat hantu, Bos," ujar Beni sambil memberi isyarat pada barista untuk memesan minuman yang sama. "Lebih buruk dari itu, Ben," sahut Rendy datar.
101.5K viewsCompletedAdded to Library 40 Times as benci
Read
+Library
 CINTA DI BALIK BENCI

CINTA DI BALIK BENCI

Sebuah pesan masuk. > Dean: "𝘓𝘪𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘮𝘢𝘶 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨, 𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘶𝘵𝘶𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘮𝘶. 𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭� �� keras 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪, 𝘺𝘢."
102.0K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as benci
Read
+Library
BONEKA KEMATIAN

BONEKA KEMATIAN

Yudistira bergumam, “Atau ada sesuatu ... yang tidak bisa direkam.” Reza mengangguk pelan. “Saya juga menemukan pola aneh. Kalau Bapak lihat di frame ke-1734 ... bayangan Bella membentuk huruf.” Ia memperbesar bagian yang dimaksud. Di lantai, bayangan kaki boneka terekam membentuk pola samar. Mirip huruf J. “Bisa saja kebetulan ... tapi kalau ini bukan cuma huruf? Bagaimana jika ini adalah kode?” kata Reza serius.
1.1K viewsCompletedAdded to Library 37 Times as benci
Read
+Library
BANGKIT

BANGKIT

Ucap Aini manja. Bisma menghentikan mobilnya di restoran, ia memilih restoran yang menyediakan bebek bakar. Bisma tahu adiknya sangat suka dengan bebek jadi dia memilih restoran ini. "Wah.. bebek," katanya sumringah. Aini masuk terlebih dahulu, ia tidak memperdulikan Bisma yang masih bingung untuk memarkirkan mobilnya.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as benci
Read
+Library
BUNGA ABADI

BUNGA ABADI

sahut Lingga. "Terus disini yang laki - laki siapa? " balasku. "Kamu sungguh bertanya itu? Mau aku tunjukkan? " jawab Lingga. "Nggak ah nggak usah, gak menarik!" sahutku. "Hahahaha.. sudah - sudah jangan bersikap seolah benci. Batas antara benci dan cinta itu beda tipis, saat bencinya hilang hanya akan ada cinta!" sahut Pak Pram.
108.0K viewsCompletedAdded to Library 286 Times as benci
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Bercumbu dengan hangat. Di lain tempat Ratih melempar gelas yang baru saja digunakannya untuk minum ke dinding. Merasa jengkel sekaligus jijik dengan Sultan. Tanpa mendengarkan penjelasannya Sultan menyeret Ratih keluar, lalu meminta satpam agar tidak membolehkannya masuk tanpa izin. Kejadian tadi terus terngiang di kepala Ratih, memalukan. Rasanya Ratih hanya ingin membunuh Arimbi secepatnya, itu akan lebih baik.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as benci
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status