TERNYATA PASIENKU ADALAH ISTRI KEDUA SUAMIKU
tanya mas Bram panik.
"Hhhsss, hhhhssss, perutku sakit mas. Tiba-tiba keluar darah seperti ini," sahutku mendesis.
"Lo, kamu kan belum waktunya lahiran? " mas Bram bertanya heran sambil mengangkat tubuhku ke shofa.
"Aku tidak tahu mas, tapi tolong antar aku ke dokter Dela," pintaku.
"Bi, tolong ambilkan tas besar yang ada di meja kamar saya!" seru mas Bram.