Petani Terkuat
Pemandangan itu sederhana, tetapi anehnya membuat dada Jaka terasa lebih longgar.
Setibanya di halaman rumah, suara mesin yang berhenti membuat suasana mendadak lebih sunyi. Bejo turun lebih dulu. Ia berdiri di samping tossa, menatapnya dari depan, samping, lalu belakang seperti sedang menilai seekor sapi bagus di pasar.
Jaka mematikan kontak dan turun sambil tertawa pelan.
“Yah, kalau dilihat terus, tossanya tidak bakal berubah jadi truk.”