Neng Zulfa
Zidan yang ditanyai Mas Adhim mau meminta apa merespons dengan memukul-mukulkan tangan kecilnya ke dada Mas Adhim, berceloteh ria dengan bahasanya sendiri pun bibir mungil yang terus merekah.
Balita empat belas bulan seusia Zidan memang sedang senang-senangnya belajar bicara. Setidaknya mengucapkan kata yang sudah memiliki huruf vokal dalam racauannya.
Aku bersyukur karena pangeran kecil itu tidak rewel.
“Oh, oke-oke, Bos. Ya sudah, sekarang ayo Ami belikan baju sama Aunty Faa.”
Seolah mengerti apa yang dikatakan Zidan, Mas Adhim berbicara di depannya lalu menarikku lagi untuk berjalan bersamanya.
Hot Chapters